Pernyataan tersebut menjadi angin segar bagi masyarakat yang selama ini menghadapi ancaman abrasi secara langsung dan membutuhkan kepastian perlindungan terhadap permukiman mereka.
Sementara itu Ketua Umum GPA Gendong Adventure, Haikal Rohansyah menegaskan, bahwa aksi nyata penanaman 1.000 bibit mangrove merupakan bagian dari komitmen organisasi terhadap kelestarian lingkungan dan masyarakat pesisir.
Dia memastikan kegiatan tersebut tidak berhenti pada seremoni penanaman. GPA Gendong Adventure akan melakukan pemantauan terhadap bibit-bibit yang telah ditanam untuk memastikan dapat tumbuh dan memberikan manfaat bagi kawasan sekitar.
“Setiap bibit yang kita tanam di atas lumpur pesisir ini adalah doa dan harapan yang kita tancapkan. Kegiatan ini bukan hanya sekadar seremonial, kita akan selalu melakukan monitoring untuk dapat memastikan bibit yang kita tanam ini hidup dan dapat bermanfaat bagi masyarakat sekitar,” tegas Haikal.
Menurutnya, keberhasilan kegiatan bukan diukur dari banyaknya bibit yang ditanam pada hari tersebut, tetapi dari seberapa banyak tanaman yang mampu bertahan dan tumbuh menjadi pelindung alami kawasan pesisir.























