“Kami berharap dengan adanya penanaman ini rumah kami bisa terjaga dari abrasi air laut dan air sungai, karena lokasi rumah kami ini sudah seperti pulau terkepung oleh air laut dan air sungai. Kami sangat berharap pemerintah bisa lebih tanggap dan ada solusi bagi kami,” ungkap salah seorang ibu perwakilan warga Desa Pondok Kelapa yang ikut dalam aksi penanaman.
Keresahan warga itupun mendapat perhatian langsung dari Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah.
Bupati Bengkulu Tengah, Drs. Rachmat Riyanto, S.T., M.AP., yang hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan komitmen pemerintah daerah untuk mencari solusi jangka panjang bagi masyarakat yang terdampak ancaman abrasi.
Menurutnya, perlindungan kawasan pesisir tidak cukup hanya mengandalkan penanaman mangrove. Diperlukan pula pembangunan infrastruktur pelindung pantai yang mampu memberikan perlindungan secara permanen.
“Saya sedang berusaha untuk mengajukan pembangunan tanggul ke pemerintah pusat,” ujar Rachmat dalam sambutannya di hadapan warga dan peserta kegiatan.























