Usai mendapat informasi dari masyarakat setempat, Unit Sat Reskrim dan Sat Intel langsung bergegas kelokasi. Benar saja, mayat ibu dan anak ditemukan disebuah kontrakan dalam keadaan membusuk. Diperkirakan mayat tersebut, sudah beberapa hari tergeletak di kontrakan tersebut.
pada hari Jumat sekira pukul 13.00 Wib saksi Rahmat (30) yang merupakan tetangga korban melihat bahwa banyak lalat yang keluar dari ventilasi kontrakkan korban. Setelah itu, saksi mendekati kontrakan korban dan mencium bau busuk. Lalu, saksi langsung menelpon anak korban yang bernama Andini (25) agar datang ke kontrakan korban, dan masuk kedalam kontrakan. Dengan keadaan terkunci, lalu saksi dan anak korban mendobrak pintu kontrakan korban, dan menemukan kedua korban sudah dalam keadaan terlentang dan tewas bersimbah darah. Melihat hal tersebut para saksi langsung memanggil perangkat setempat dan melaporkannya kepada pihak kepolisian.
Sementara itu, kasus p3mbunuhan ibu dan anak di Rejang Lebong saat ini kian menjadi teka-teki di tengah- tengah masyarakat. Alih-alih kabur dengan GU (42) ayah kandungnya yang merupakan terduga pelaku p3mbunuhan sadis seperti kabar yang beredar sebelumnya. Anak kandung terduga pelaku p3mbunuhan ibu dan anak di Rejang Lebong malah mengungkap kesaksian mengejutkan.
Informasi terhimpun, ternyata anak kandung terduga pelaku yang berinisial ID (13) menyaksikan langsung kesadisan ayahnya yang menghabisi korban yang merupakan ibu tiri dan saudara tiri perempuannya.
Bahkan dari kasus yang masih dalam penyelidikan lebih lanjut ini, ID ditetapkan sebagai saksi kunci akan kekejaman ayahnya terhadap ibu tiri dan saudara tirinya itu.























