Meski begitu dia mengakui, kondisi excavator belum sepenuhnya prima. Namun alat tersebut masih dapat digunakan sambil dilakukan perbaikan secara bertahap.
“Excavator memang belum 100 persen dalam kondisi optimal, tetapi masih bisa digunakan untuk operasional. Kami terus melakukan perawatan dan servis agar tetap dapat mendukung kegiatan di TPA,” ungkapnya.
Ida juga memberikan penjelasan mengenai pemberitaan sebelumnya yang menyebutkan tumpukan sampah sempat menghambat akses menuju area pembuangan hingga mencapai lokasi timbangan.
Menurut dia, kondisi tersebut terjadi pada Mei lalu ketika excavator mengalami kerusakan sehingga proses penataan sampah tidak berjalan maksimal dan menyebabkan tumpukan sampah menutupi akses menuju landasan pembuangan. Namun saat ini kondisi tersebut telah berhasil ditangani.
“Landasan sudah kembali terbuka. Armada pengangkut sampah sudah bisa masuk hingga ke lokasi pembuangan tanpa hambatan. Silakan dicek langsung ke lokasi TPA, aksesnya sudah lancar,” kata dia.























