Ida menegaskan, hasil laboratorium nantinya akan menjadi dasar untuk mengetahui apakah kualitas air limbah yang dilepas ke lingkungan sudah sesuai dengan baku mutu air yang ditetapkan pemerintah atau belum.
Dimana selain memberikan penjelasan terkait pengelolaan limbah, Ida juga meluruskan sejumlah informasi yang berkembang mengenai kondisi operasional TPA.
Terkait isu pasokan bahan bakar minyak (BBM) untuk alat berat, DLH mengakui bahwa sempat terjadi kendala saat terjadi kelangkaan BBM beberapa waktu lalu. Namun kondisi tersebut telah berhasil diatasi sehingga operasional TPA tidak lagi mengalami hambatan.
“Pada saat terjadi kelangkaan BBM memang sempat ada kendala, namun tetap dapat kami akomodir. Saat ini pasokan BBM untuk alat berat di TPA berjalan lancar,” terangnya.
Sementara itu lanjut Ida, mengenai kondisi alat berat, dia menyebutkan bahwa dari tiga unit alat berat yang dimiliki, hanya satu unit bulldozer yang mengalami kerusakan cukup berat. Adapun dua unit lainnya, yakni wheel loader dan excavator, masih tetap beroperasi untuk menunjang aktivitas pengelolaan sampah di TPA.























