REJANGLEBONG, ASPIRASITERKINI.COM – Pembinaan di balik jeruji tidak hanya berbicara tentang menjalani masa pidana, tetapi juga tentang membuka ruang bagi warga binaan untuk memperbaiki diri dan mempersiapkan kehidupan yang lebih baik setelah kembali ke tengah masyarakat.
Semangat tersebut terus dibangun Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Curup melalui pembinaan kepribadian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Salah satunya diwujudkan melalui kegiatan belajar Iqra dan Al-Qur’an yang rutin dilaksanakan di Masjid Lapas Kelas IIA Curup.
Kegiatan tersebut kembali digelar pada Rabu 16 September 2026, mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai, dengan diikuti WBP dari Paviliun Dahlia.
Dalam kegiatan itu, para WBP mendapatkan pembelajaran membaca Iqra dan Al-Qur’an secara bertahap. Pembinaan tidak hanya diarahkan pada peningkatan kemampuan membaca, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menanamkan nilai-nilai religius dalam kehidupan sehari-hari selama menjalani masa pembinaan.
Para peserta mengikuti kegiatan dengan tertib dan antusias. Suasana pembelajaran di masjid Lapas pun menjadi ruang bagi WBP untuk mendalami nilai-nilai keagamaan sekaligus membangun kebiasaan positif selama berada di lingkungan pemasyarakatan.
Kalapas Kelas IIA Curup Untung Cahyo Sidharto melalui Kepala KPLP Dudi Anggriyono mengatakan, pembinaan kepribadian menjadi salah satu bagian penting dalam proses pemasyarakatan. Melalui kegiatan keagamaan seperti belajar Iqra dan Al-Qur’an, WBP diharapkan tidak hanya memiliki kemampuan membaca Al-Qur’an yang lebih baik, tetapi juga memperoleh penguatan nilai moral dan spiritual.
“Program ini dijadwalkan terus dilaksanakan secara rutin sehingga perkembangan kemampuan membaca Al-Qur’an para WBP dapat dipantau dan ditingkatkan secara bertahap,” ujar Dudi.
Dia juga menegaskan, untuk mendukung keberlangsungan kegiatan, Lapas Curup juga memandang penting ketersediaan sarana penunjang seperti mushaf Al-Qur’an, buku Iqra serta alat tulis. Dukungan fasilitas tersebut diharapkan dapat membuat proses pembelajaran berlangsung lebih optimal.
“Pembinaan keagamaan ini menjadi salah satu bentuk upaya Lapas Kelas IIA Curup dalam menciptakan proses pemasyarakatan yang tidak sekadar berorientasi pada pelaksanaan masa pidana, tetapi juga memberikan kesempatan kepada WBP untuk membangun perubahan positif dalam diri,” sampainya.
Lebih lanjut Dudi mengatakan, melalui pembinaan yang dilakukan secara konsisten, WBP diharapkan memiliki bekal kepribadian, moral dan spiritual yang lebih baik sebagai bagian dari persiapan untuk kembali menjalani kehidupan di tengah keluarga dan masyarakat.
“Dengan demikian, masjid di lingkungan Lapas bukan hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran dan pembentukan karakter bagi warga binaan dalam menjalani proses pembinaan,” pungkasnya. (NAC)

























