REJANGLEBONG, ASPIRASITERKINI.COM – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 Tahun Anggaran 2026 yang digelar Kodim 0409/Rejang Lebong hingga hari ke-11 ini terus menunjukkan progres yang signifikan. Sejumlah sasaran fisik dan non fisik yang dikerjakan di Desa Seguring Kecamatan Curup Utara melalui TMMD ini mengalami percepatan sesuai dengan yang diharapkan.
Untuk sasaran fisik, pembukaan jalan sepanjang 4,167 kilometer dengan lebar 8 meter telah mencapai progres 32,2 persen. Sementara pengerasan jalan sepanjang 1,250 kilometer dengan lebar 4 meter telah terealisasi 15,7 persen. Capaian ini dinilai cukup signifikan karena pelaksanaan baru berjalan 11 hari.
Sementara itu untuk pembangunan lima titik sumur bor juga menunjukkan perkembangan cukup pesat. Sumur bor pertama telah mencapai 94,5 persen, sumur bor kedua 95,5 persen, sumur bor ketiga 94,9 persen, sumur bor keempat 90,5 persen, dan sumur bor kelima 89 persen.
Tak hanya itu, untuk rehabilitasi lima unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) juga terus dikebut. RTLH 1 mencapai 65,9 persen, RTLH 2 sebesar 60,5 persen, RTLH 3 sebesar 79,2 persen, RTLH 4 sebesar 79,2 persen, dan RTLH 5 sebesar 80,3 persen. Sedangkan perehaban jembatan sebagai akses vital warga juga telah mencapai 801,5 persen.
Disamping itu, untuk sasaran nonfisik, sejumlah kegiatan sudah rampung 100 persen, di antaranya pelayanan kesehatan, donor darah, penyuluhan wawasan kebangsaan, pelayanan Posyandu dan Posbindu, serta pemutaran film perjuangan. Sementara penyuluhan lainnya akan dilaksanakan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
“Hingga hari ke-11 ini, progres TMMD ke-127 menunjukkan perkembangan yang signifikan, khususnya pada program sumur bor dan perehaban RTLH. Ini berkat sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, mahasiswa, dan masyarakat,” ujar Komandan Kodim (Dandim) 0409/Rejang Lebong Letkol Inf Agung Lewis Oktorada melalui Plh. Pasiter Kodim 0409/RL Kapten Inf Tasmi Basiroroni.
Ditegaskannya, pihak Kodim terus mengoptimalkan waktu dan kondisi cuaca yang mendukung agar seluruh target dapat selesai tepat waktu.
“Melihat perkembangannya saat ini, kita yakin seluruh sasaran fisik maupun nonfisik dapat tuntas sesuai rencana. Kita ingin masyarakat setempat dapat segera merasakan manfaatnya secara optimal,” harapnya.
Untuk diketahui, sebanyak 181 personel terlibat dalam kegiatan ini, terdiri dari 126 personel TNI AD, 10 personel TNI AL, 10 anggota Polri, 15 mahasiswa, dan 20 warga masyarakat. Dukungan alat berat berupa satu unit ekskavator dan satu unit dozer turut mempercepat proses pengerjaan. (JP)
























