Selain pengawasan akses kata Untung, kesiapsiagaan petugas juga menjadi perhatian dalam pelaksanaan penjagaan, kontrol lingkungan blok hunian, serta pemantauan aktivitas warga binaan. Seluruh rangkaian tugas tersebut membutuhkan ketelitian, konsistensi, dan komunikasi yang baik antarpetugas agar setiap potensi gangguan dapat dikenali dan ditangani sesuai mekanisme yang berlaku.
“Sangat penting untuk menjaga integritas dan profesionalisme dalam setiap pelaksanaan tugas. Petugas tidak hanya dituntut tegas dalam menjalankan aturan, tetapi juga harus bertanggung jawab, mampu bekerja sama, serta senantiasa mengedepankan kepatuhan terhadap prosedur,” tandasnya.
Keamanan dan ketertiban, menurut penekanan dalam kegiatan tersebut, merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan komitmen seluruh jajaran. Oleh sebab itu, kedisiplinan tidak boleh hanya menjadi formalitas, melainkan harus diwujudkan melalui tindakan nyata dalam setiap pelaksanaan tugas, mulai dari penjagaan hingga pengawasan aktivitas di lingkungan lapas.
Melalui penguatan ini, Lapas Kelas IIA Curup berupaya membangun sistem pengamanan yang semakin solid dengan mengedepankan kewaspadaan, ketegasan, dan kepatuhan terhadap SOP. Koordinasi yang baik antar petugas diharapkan mampu mendukung deteksi dini terhadap potensi gangguan serta menjaga pelaksanaan tugas pemasyarakatan tetap berjalan dengan aman dan tertib.
Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen Lapas Kelas IIA Curup dalam mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang aman, kondusif, dan profesional. Dengan disiplin yang terjaga serta kesiapsiagaan yang terus diperkuat, seluruh jajaran pengamanan diharapkan mampu menjalankan tugas secara optimal demi mendukung stabilitas keamanan dan ketertiban di dalam lapas. (NAC)























