Selasa, September 8, 2026

Penyidik Kejari Telusuri Aliran Dana Penyelewengan Dana BOS SMPN 2 Rejang Lebong: Akankah Ada Tersangka Baru?

REJANGLEBONG, ASPIRASITERKINI.COM – Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Rejang Lebong terus mengembangkan penyidikan kasus Penyelewengan atau dugaan tindak pidana korupsi (Tipidkor) pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di SMP Negeri 2 Rejang Lebong. Selain menetapkan tiga orang sebagai tersangka, penyidik kini menelusuri dugaan aliran dana hasil korupsi yang diduga mengalir kepada pihak lain.

Langkah pengembangan penyidikan tersebut dilakukan setelah muncul pengakuan dari salah satu tersangka mengenai adanya dana yang diduga mengalir ke luar dari pihak-pihak yang telah ditetapkan sebagai tersangka.

- Advertisement -

“Dari hasil pemeriksaan, memang ada pengakuan dari tersangka mengenai sejumlah dana yang diduga mengalir ke luar. Hal tersebut tentu akan kami telusuri lebih lanjut,” ujar Kepala Kejaksaan Negeri Rejang Lebong, Kiki Yonata, S.H, M.H, Rabu 22 Juli 2026.

Namun hingga kini tegas Kajari, pihaknya belum bisa menyebutkan siapa saja pihak yang diduga menerima aliran dana tersebut, karena seluruh informasi masih dalam tahap pembuktian melalui proses penyidikan.

Bahkan saat ini, penyidik juga masih terus mengumpulkan alat bukti guna mengungkap secara menyeluruh pihak-pihak yang diduga terlibat.

“Seluruh dugaan tersebut masih memerlukan pembuktian berdasarkan alat bukti yang sah sesuai ketentuan hukum,” tegas Kajari.

- Advertisement -

Dalam proses penyidikan sementara tambahnya, penyidik menemukan adanya dugaan penyimpangan sejak tahap perencanaan penggunaan anggaran. Modus yang digunakan diduga meliputi penyusunan kegiatan yang tidak sesuai ketentuan, pelaksanaan kegiatan fiktif, hingga penggelembungan atau mark up nilai anggaran pada sejumlah item belanja.

“Dari hasil penyidikan sementara, terdapat dugaan penyimpangan dalam proses perencanaan, adanya kegiatan yang diduga fiktif, serta dugaan mark up pada sejumlah kegiatan,” jelasnya.

- Advertisement -

Lebih lanjut Kajari juga menegaskan, temuan tersebut diperoleh setelah tim penyidik melakukan serangkaian pemeriksaan terhadap saksi-saksi, meminta keterangan para tersangka, menyita berbagai dokumen, serta mengumpulkan alat bukti lain yang berkaitan dengan pengelolaan Dana BOS SMP Negeri 2 Rejang Lebong selama dua tahun anggaran.

Dimana akibat dugaan penyimpangan tersebut, negara diperkirakan mengalami kerugian sekitar Rp800 juta. Meski begitu, angka tersebut masih bersifat sementara karena proses audit penghitungan kerugian negara masih berlangsung.

“Potensi kerugian negara saat ini diperkirakan sekitar Rp800 juta. Nilainya bisa saja bertambah karena auditor masih melakukan penghitungan secara resmi,” tuturnya.

Sementara itu, Kasi Pidsus Kejari Rejang Lebong, Hironimus Tafonao, juga menambahkan, saat ini penyidikan memang belum berhenti pada penetapan ketiga tersangka. Tim penyidik masih terus menelusuri kemungkinan adanya pihak lain yang turut menikmati hasil dugaan korupsi maupun memiliki peran dalam penyimpangan tersebut.

Menurut dia setiap informasi yang diperoleh akan didalami secara profesional dan objektif. Apabila nantinya ditemukan alat bukti yang cukup, penyidik tidak akan ragu menetapkan tersangka baru.

“Terkait aliran dana maupun kemungkinan keterlibatan pihak lain, penyidikan akan terus kami kembangkan. Jika ditemukan bukti yang cukup, seluruh pihak yang terlibat akan dimintai pertanggungjawaban sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” pungkas Hironimus.

Dengan terus berkembangnya proses penyidikan, Kejari Rejang Lebong memastikan pengungkapan perkara dugaan korupsi Dana BOS tersebut akan dilakukan secara menyeluruh guna memastikan seluruh pihak yang bertanggung jawab dapat diproses sesuai hukum serta memulihkan kerugian keuangan negara.

Adapun tiga tersangka yang telah ditetapkan dalam perkara ini masing-masing berinisial JN mantan Kepala SMP Negeri 2 Rejang Lebong, HE selaku bendahara sekolah, serta DA yang bertugas sebagai pengelola sarana dan prasarana atau bendahara barang. (JP)

- Advertisement -

Ikuti kami di:

spot_img

Ingin update berita terbaru dari Aspirasi Terkini langsung di WhatsApp? Gabung ke channel kami klik disini

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

NEWS UPDATE

120 Titik KDKMP Rampung, Kodim 0409/Rejang Lebong Targetkan 45 Titik Tuntas di Akhir September

0
REJANGLEBONG, ASPIRASITERKINI.COM - Pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di wilayah kerja Kodim 0409/Rejang Lebong memasuki fase akhir. Dari total 165 titik pembangunan, sebanyak...

Kopi Bengkulu Mendunia, 19,2 Ton Robusta Asal Kepahiang Diekspor ke Italia 

0
KEPAHIANG, ASPIRASITERKINI.COM - Biji kopi robusta yang selama ini tumbuh di perkebunan wilayah Kabupaten Kepahiang, Bengkulu, kini mulai mencatatkan jejak di pasar Eropa. Sebanyak...

Abu Vulkanik Anak Krakatau Menyebar, Pangdam XXI/Radin Inten Imbau Warga Batasi Aktivitas Luar Rumah

0
BENGKULU, ASPIRASITERKINI.COM - Sebaran abu vulkanik dari aktivitas Anak Krakatau memicu kewaspadaan di sejumlah wilayah Pulau Jawa. Mengantisipasi dampak terhadap kesehatan masyarakat, Pangdam XXI/Radin...

follow sosial media kami

13,000FansSuka
869PengikutMengikuti
10PengikutMengikuti
13,000PengikutMengikuti
15PengikutMengikuti
56PelangganBerlangganan

Rejang Lebong

Pos Indonesia Cabang Curup Launching Jasa Pengiriman Obat Untuk Mudahkan Pasien

0
REJANGLEBONG, ASPIRASITERKINI.COM - Pos Indonesia Cabang Curup hingga saat ini terus berinovasi dalam mengembangkan program layanan pengiriman bagi para konsumennya di wilayah 3 kabupaten,...

Kepahiang

Kopi Bengkulu Mendunia, 19,2 Ton Robusta Asal Kepahiang Diekspor ke Italia 

0
KEPAHIANG, ASPIRASITERKINI.COM - Biji kopi robusta yang selama ini tumbuh di perkebunan wilayah Kabupaten Kepahiang, Bengkulu, kini mulai mencatatkan jejak di pasar Eropa. Sebanyak...

Bengkulu

Kopi Bengkulu Mendunia, 19,2 Ton Robusta Asal Kepahiang Diekspor ke Italia 

KEPAHIANG, ASPIRASITERKINI.COM - Biji kopi robusta yang selama ini tumbuh di perkebunan wilayah Kabupaten Kepahiang, Bengkulu, kini mulai mencatatkan jejak di pasar Eropa. Sebanyak...

Abu Vulkanik Anak Krakatau Menyebar, Pangdam XXI/Radin Inten Imbau Warga Batasi Aktivitas Luar Rumah

BENGKULU, ASPIRASITERKINI.COM - Sebaran abu vulkanik dari aktivitas Anak Krakatau memicu kewaspadaan di sejumlah wilayah Pulau Jawa. Mengantisipasi dampak terhadap kesehatan masyarakat, Pangdam XXI/Radin...

Kodam XXI/Radin Inten Siap Kawal Percepatan Pembangunan Desa di Provinsi Bengkulu

BENGKULU, ASPIRASITERKINI.COM - Kodam XXI/Radin Inten menegaskan komitmennya untuk memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah dalam mempercepat pembangunan hingga ke tingkat desa dan kelurahan di...

Hukum & Kriminal

Berita Nasional

Berita Desa

Latest News

Banner BlogPartner Backlink.co.id