REJANG LEBONG, ASPIRASITERKINI.COM – Kreativitas anak tidak hanya tumbuh di ruang kelas. Hal itu ditunjukkan SD Negeri 7 Rejang Lebong melalui kegiatan REAKSI (Roadshow Ekstra Anak Kreatif Indonesia) yang kali ini menyasar murid TK Pembina, pada Jumat, 4 September 2026.
Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi murid SDN 7 Rejang Lebong untuk menunjukkan kemampuan sekaligus berbagi pengalaman dan kreativitas kepada anak-anak usia dini. REAKSI dikemas melalui penampilan ekstrakurikuler yang dimiliki sekolah, sehingga kegiatan berlangsung edukatif, interaktif, sekaligus menghibur.
Kepala SDN 7 Rejang Lebong, Tri Handayani, M.Pd, mengatakan, REAKSI merupakan salah satu wadah sekolah untuk memberikan ruang kepada murid dalam mengembangkan potensi yang mereka miliki di luar kegiatan pembelajaran di kelas.
Menurutnya, pelaksanaan REAKSI di TK Pembina memiliki makna tersendiri karena murid tidak hanya tampil di hadapan teman sebaya, tetapi juga mendapatkan pengalaman berinteraksi dengan anak-anak di jenjang pendidikan yang lebih rendah.
“REAKSI menjadi wadah bagi anak-anak untuk berani menampilkan kemampuan dan kreativitas mereka. Ketika kegiatan ini dibawa ke TK Pembina, anak-anak juga belajar berbagi, berkomunikasi dan memberikan contoh positif kepada adik-adik mereka,” ujar Tri.
Disampaikannya, dalam kegiatan tersebut SDN 7 Rejang Lebong menampilkan kemampuan murid dari ekstrakurikuler Ragam Sastra dan Pantomim.
Dari bidang Ragam Sastra, Ainaya Qanita Haryono, murid kelas 5A, tampil membawakan kegiatan bertutur dengan judul “Lalan Belek”.
Sementara itu, murid kelas 1A, Muhammad Ghofar Uwais Adyura, tampil mendongeng dengan cerita “Monyet dan Burung Calik”.
Penampilan kemudian dilanjutkan oleh dua murid kelas 4, yakni Okta Faizer dan Muhammad Ryu, melalui pertunjukan pantomim.
Keduanya menunjukkan kemampuan mengolah ekspresi, gerak tubuh dan kreativitas untuk menyampaikan pesan kepada penonton tanpa bergantung pada banyak kata.
“Penampilan para murid tentunya didampingi dan dipandu oleh Sahabat Sekolah Dasar SDN 7 Rejang Lebong. Kehadiran Sahabat Sekolah Dasar turut membuat kegiatan lebih terarah dan memberikan dukungan kepada murid yang tampil,” sampainya.
Tri Handayani juga menjelaskan, REAKSI tidak sekadar menjadi panggung pertunjukan. Di balik setiap penampilan, terdapat proses pembelajaran karakter yang ingin dibangun sekolah.
Murid dilatih untuk berani tampil di depan orang lain, percaya terhadap kemampuan diri, disiplin dalam berlatih, menghargai proses, serta mampu memberikan apresiasi terhadap kemampuan orang lain.
“Yang paling penting bukan hanya siapa yang tampil atau hasil penampilannya, tetapi proses bagaimana anak-anak belajar percaya diri, bekerja sama, menghargai teman dan berani menunjukkan potensinya,” jelasnya.
Pelaksanaan REAKSI juga kata Tri, menjadi bagian dari penguatan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7 KAIH). Nilai-nilai seperti bangun pagi, beribadah, berolahraga, mengonsumsi makanan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat serta tidur cepat terus dikenalkan melalui berbagai aktivitas pembiasaan.
Dalam kegiatan tersebut, nilai “Rukun Sama Teman” juga menjadi bagian penting yang ditanamkan kepada murid.
Anak-anak diajak untuk saling mendukung ketika teman tampil, memberikan apresiasi, bekerja sama dalam mempersiapkan kegiatan serta tidak membeda-bedakan teman berdasarkan kemampuan maupun jenjang kelas.
Bahkan, murid kelas tinggi mendapat kesempatan untuk memberikan contoh dan dukungan kepada murid kelas rendah. Pola tersebut dinilai penting untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang ramah, inklusif dan penuh kebersamaan.
“Selain mengembangkan bakat seni dan sastra, kegiatan di TK Pembina juga menjadi sarana bagi murid SDN 7 Rejang Lebong untuk belajar bermasyarakat dan berinteraksi dengan lingkungan di luar sekolah,” tuturnya
Menurut Tri Handayani, keberadaan Sahabat Sekolah Dasar juga memiliki peran strategis dalam memastikan kegiatan berjalan dengan suasana positif. Mereka turut membantu memandu kegiatan, mendampingi peserta dan memberikan dukungan kepada murid yang tampil.
“Anak-anak juga kita dorong untuk menjadi penggerak kebaikan. Mereka belajar bahwa kemampuan yang dimiliki bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga bisa dibagikan dan memberikan inspirasi kepada orang lain,” tambahnya.
Dia juga menjelaskan, kegiatan REAKSI seperti ini akan terus didokumentasikan dan dilaporkan melalui dashboard Kementerian sebagai bagian dari aksi nyata Sahabat Sekolah Dasar.
Dengan demikian, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi agenda ekstrakurikuler, tetapi juga menjadi bagian dari upaya sekolah menunjukkan praktik baik dalam pengembangan karakter, kreativitas dan keberanian murid.
“Melalui REAKSI di TK Pembina, kami ingin menunjukkan bahwa pengembangan potensi anak dapat dilakukan dengan cara yang menyenangkan sekaligus bermakna,” pungkasnya. (NAC)


























