REJANGLEBONG, ASPIRASITERKINI.COM – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu, akan memfokuskan pembinaan keagamaan di tujuh kecamatan. Hal itu dilakukan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) pada bidang keagamaan, sekaligus memperkuat pemahaman dan praktik ajaran Islam di tengah masyarakat di wilayah itu.
Tujuh kecamatan yang menjadi sasaran pembinaan tersebut meliputi Kecamatan Kota Padang, Padang Ulak Tanding (PUT), Binduriang, Sindang Kelingi, Sindang Dataran, Sindang Beliti Ulu, dan Sindang Beliti Ilir.
Ketua MUI Kabupaten Rejang Lebong, Dr. KH. Muhammad Abu Dzar, Lc., M.H.I. mengatakan, pembinaan ini dilakukan karena masih ditemukan sejumlah kekurangan dalam pelaksanaan kegiatan keagamaan di wilayah tersebut. Kondisi itu dinilai perlu mendapatkan pendampingan dan bimbingan secara langsung, agar masyarakat memiliki pemahaman serta kemampuan yang lebih baik dalam menjalankan syariat Islam.
“Selama ini, hasil penilaian terhadap pelaksanaan kegiatan keagamaan di tujuh kecamatan tersebut masih perlu ditingkatkan. Karena itu, MUI akan turun langsung memberikan pembinaan agar kualitas SDM keagamaan masyarakat di sejumlah kecamatan tersebut semakin baik,” ujar Abu Dzar.
Dalam program tersebut kata dia, MUI akan memberikan pembinaan mengenai pelaksanaan fardu kifayah jenazah, mulai dari tata cara memandikan, mengkafani, menyalatkan hingga menguburkan jenazah sesuai tuntunan syariat Islam. Selain itu, pembinaan juga akan difokuskan kepada peningkatan kapasitas imam masjid dan khatib, baik di tingkat desa maupun kecamatan.
“Pembinaan direncanakan berlangsung selama lebih kurang 10 hari. Selama pelaksanaan kegiatan, tim pembina dari MUI akan menetap atau menginap di lokasi secara berkala agar proses pendampingan dapat dilakukan secara maksimal, dan masyarakat pun memiliki kesempatan lebih luas untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan,” jelasnya.
Berbeda dengan pelatihan yang hanya mengandalkan penyampaian materi di dalam ruangan, program ini mengedepankan metode praktik langsung di lapangan. Peserta tidak hanya menerima teori, tetapi juga mempraktikkan secara langsung tata cara penyelenggaraan jenazah maupun pelaksanaan tugas sebagai imam dan khatib dengan pendampingan dari para pembina.
Dimana menurut Abu Dzar, pendekatan tersebut diharapkan mampu memberikan pemahaman yang lebih mendalam sehingga ilmu yang diperoleh dapat diterapkan secara benar di tengah masyarakat.
“Melalui program ini, kami berharap masyarakat di tujuh kecamatan tersebut semakin memahami dan mampu menjalankan ajaran agama sesuai tuntunan Islam. Selain itu, pembinaan ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam meningkatkan kualitas kehidupan beragama sehingga tercipta masyarakat yang lebih religius dan memiliki kemampuan keagamaan yang lebih baik di masa mendatang,” tandasnya. (JP)

























