Sementara itu sejumlah petani Desa Seguring menyampaikan, bahwa jembatan tersebut memang setiap hari mereka gunakan untuk menuju sawah dan kebun. Jembatan ini merupakan infrastruktur penting bagi warga setempat.
“Jembatan ini biasa kami lewati untuk ke sawah, pulang pergi setiap hari,” ujar salah seorang petani, Anton.
Dia menambahkan, saat membawa hasil pertanian, jalur tersebut juga menjadi akses utama distribusi dari lahan menuju permukiman.
“Untuk membawa hasil pertanian juga lewat sini. Namun karena sudah rusak, hasil panen kadang harus dipindahkan dulu dari seberang untuk mengangkutnya,” kata dia.
Para petani berharap, setelah rehabilitasi selesai, mereka dapat kembali mengangkut hasil pertanian secara langsung menggunakan kendaraan tanpa harus memindahkan barang secara manual.























