Hanya saja CCTV yang ada kurang jelas, dan tidak mengarah langsung ke lokasi kejadian.
Bahkan lanjut Kanit, sidik jadi pelaku juga sulit ditemukan, hal itu lantaran saat mayat korban ditemukan, sudah banyak orang yang menyentuh jasad korban.
“Rekaman CCTV yang kita dapat kondisinya blur dan tidak ada yang mengarah langsung ke rumah korban. Sedangkan untuk sidik jari yang tersisa hanya ada dibagian serat kayu. Hal itu pun tidak bisa kita identifikasi lantaran berada di bagian serat kayu,” jelas Kanit.
Meski begitu Kanit menegaskan, pihak kepolisian tidak akan menyerah dan akan terus berupaya menuntaskan kasus ini demi keadilan bagi korban dan keluarganya.
“Kami akan terus bekerja secara maksimal. Mohon doa dan dukungan masyarakat agar kasus ini segera terungkap,” tandasnya.























