“Seluruh proyek tersebut menjadi bagian dari program strategis daerah dalam rangka mengurangi risiko banjir tahunan yang kerap menimpa warga. Selain memperbaiki sistem drainase, kita juga akan melakukan kajian teknis lanjutan untuk menentukan titik-titik rawan banjir lainnya agar bisa ditangani secara bertahap,” tegas bupati.
Dengan adanya pembangunan 3 titik drainase ini terang bupati, dia berharap dapat diimbangi juga dengan perilaku masyarakat. Dia menegaskan bahwa keberhasilan program ini tidak hanya diukur dari selesainya pembangunan fisik, tetapi juga dari kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan dan fungsi drainase.
“Selain didukung dengan infrastruktur yang memadai, kami berharap kesadaran masyarakat juga bisa ditingkatkan. Mari kita lebih peduli dengan lingkungan, agar Rejang Lebong terbebas dari yang namanya banjir,” harap bupati.
Sementara itu Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Rejang Lebong, Hary Eko Purnomo menyampaikan, anggaran yang dikucurkan untuk pembangunan drainase di 3 titik tersebut sebesar Rp 3,7 miliar. Dimana proyek tersebut dikerjakan oleh tiga rekanan berbeda dengan target penyelesaian hingga 29 Desember 2025 atau sekitar 75 hari kerja.
“Untuk Jalan S. Sukowati dianggarkan sebesar Rp1 miliar, Talang Rimbo Baru sebesar Rp1,6 miliar, dan Jalan Baru sebesar Rp1,1 miliar. Semua titik itu menjadi prioritas karena sering menyebabkan genangan saat hujan deras,” sampai Eko.























