Menanggapi kondisi tersebut, Dandim 0409/Rejang Lebong menegaskan kesiapan TNI untuk mendukung percepatan penyelesaian berbagai kendala yang menghambat pemanfaatan lahan pertanian, khususnya persoalan irigasi.
“TNI siap mendukung program cetak sawah ini secara maksimal. Kami akan terus bersinergi dengan pemerintah daerah, Balai Wilayah Sungai, instansi teknis terkait, serta masyarakat dalam upaya mempercepat penyelesaian permasalahan irigasi sehingga lahan yang telah dicetak dapat segera dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian. Akan kita maksimalkan,” tegas Dandim.
Menurutnya, keberhasilan program cetak sawah tidak hanya ditentukan oleh pembukaan lahan baru, tetapi juga harus diikuti dengan tersedianya infrastruktur pendukung, terutama sistem irigasi yang mampu menjamin kebutuhan air bagi lahan pertanian.
“Penyelesaian persoalan irigasi memerlukan kajian teknis yang matang dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk tenaga ahli hidrologi, agar solusi yang diterapkan sesuai dengan kondisi geografis dan kontur wilayah setempat,” tambah Dandim.
Sementara itu, Sekda Provinsi Bengkulu Herwan Antoni menegaskan, pemerintah daerah terus berupaya memastikan seluruh lahan cetak sawah dapat segera dimanfaatkan masyarakat. Menurutnya, program yang telah berjalan baik tidak boleh terhambat hanya karena persoalan distribusi air.























