“Berbagai upaya telah dilakukan, termasuk pembangunan jaringan perpipaan dan koordinasi dengan pemerintah pusat. Namun masih diperlukan kajian teknis lanjutan untuk mengalirkan air ke kawasan sawah dengan kondisi kontur tertentu,” tandasnya.
Dalam rapat tersebut juga dijelaskan bahwa berbagai langkah telah dilakukan pemerintah, mulai dari pembangunan jaringan perpipaan hingga koordinasi dengan pemerintah pusat guna mendapatkan dukungan tambahan untuk penyempurnaan sarana irigasi.
Selain melakukan evaluasi program tahun 2025, rapat juga membahas rencana pelaksanaan program cetak sawah tahun 2026. Provinsi Bengkulu mendapat indikasi alokasi lahan cetak sawah seluas 5.000 hingga 6.000 hektare dari Kementerian Pertanian. Saat ini pemerintah daerah masih menunggu usulan lokasi dari kabupaten dan kota sebagai dasar penyusunan Survey Investigasi dan Desain (SID).
Melalui sinergi antara pemerintah daerah, instansi teknis, Balai Wilayah Sungai, dan TNI, diharapkan berbagai kendala yang ada dapat segera diatasi sehingga program cetak sawah mampu meningkatkan produktivitas pertanian, kesejahteraan petani, serta memperkuat ketahanan pangan di Provinsi Bengkulu, khususnya di Kabupaten Rejang Lebong. (JP)























