Namun, HMI Cabang Curup justru melihat sisi positif dari pendekatan yang diambil oleh kepala daerah tersebut.
“Yang kami dengar beliau dinilai sebagai gubernur tergimik atau gubernur TikTok karena aktif di media sosial, khususnya TikTok. Namun menurut kami, pada era digital saat ini ini, langkah tersebut adalah bentuk inovasi dan Momentum pemanfaatan media dalam komunikasi publik Pemerintah. Dimana pemerintah bertanggung jawab langsung kepada rakyat, dan wajib hukumnya Terbuka kepada rakyat. Jadi gaya komunikasi ini perlu juga diapresiasi, terlepas masih adanya kekurangan,” kata Dio.
Mereka juga menilai, kehadiran Gubernur di TikTok bukan sekadar gaya, melainkan strategi efisiensi anggaran dan perluasan jangkauan informasi.
“Dulu, ketika kita ditanya apa sih kinerja dari pemerintah provinsi. Jujur saja banyak masyarakat bahkan kami sebagai mahasiswa tidak tahu dan kesulitan menjawab. Tidak semua masyarakat memiliki akses atau kesempatan untuk membaca dan melihat kinerja dari pemerintahan. Dengan alasan ini Hal yang sangat wajar ketika masyarakat tidak dapat merasakan dan melihat kinerja pimpinan daerahnya,” sampainya.
“Bahkan dengan kehadiran media instagram, TikTok, media yang disebut-sebut sebagai media yg digunakan sejuta umat ini Masyarakat dari berbagai kalangan termasuk yang di pelosok bisa melihat langsung kinerja pemerintah. Ini adalah bentuk keterbukaan informasi yang efektif dan patut diapresiasi,” jelasnya lagi.























