REJANGLEBONG, ASPIRASITERKINI.COM – Penantian panjang masyarakat Desa Lubuk Bingin Baru, Kecamatan Sindang Beliti Ilir, Kabupaten Rejang Lebong, akhirnya berbuah manis. Jembatan Gantung Perintis Garuda Kodim 0409/Rejang Lebong yang selama ini dibangun secara bertahap kini telah rampung 100 persen, pada Minggu 12 Juli 2026.
Hadirnya jembatan sepanjang 60 meter dengan lebar 1,2 meter tersebut menjadi jawaban atas kebutuhan masyarakat akan akses penyeberangan yang aman dan layak. Sebanyak 341 Kepala Keluarga atau 621 jiwa kini dapat menikmati manfaat langsung dari infrastruktur tersebut, terutama para petani yang selama ini menggantungkan hidup dari hasil perkebunan dan pertanian di seberang sungai.
Komandan Kodim 0409/Rejang Lebong, Letkol Inf Agung Lewis Oktorada, M.Tr.Opsla menyampaikan, sebelum jembatan dibangun, warga terpaksa menyeberangi sungai dengan cara yang penuh risiko, terutama saat musim hujan ketika debit air meningkat dan arus menjadi lebih deras. Kondisi tersebut kerap membuat aktivitas masyarakat terganggu, bahkan tidak jarang petani harus menunda perjalanan menuju kebun demi alasan keselamatan.
“Dengan berdirinya Jembatan Gantung Perintis Garuda, masyarakat tidak lagi dihantui rasa khawatir saat melintasi sungai. Mobilitas warga menuju kebun menjadi lebih cepat, proses pengangkutan hasil panen semakin efisien, serta aktivitas ekonomi masyarakat desa dapat berjalan lebih lancar dan produktif,” ujar Dandim.
Dia menjelaskan, pembangunan jembatan ini merupakan bagian dari Program Perintis Garuda yang menjadi salah satu program unggulan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, sebagai upaya mendorong pemerataan pembangunan infrastruktur hingga ke wilayah pedesaan dan daerah terpencil.
“Keberhasilan pembangunan Jembatan Gantung Perintis Garuda juga menjadi simbol kuatnya budaya gotong royong antara prajurit TNI dan masyarakat setempat. Sejak tahap awal pembangunan hingga proses penyelesaian, warga turut terlibat secara aktif bersama personel TNI sehingga tercipta sinergi yang tidak hanya menghasilkan infrastruktur, tetapi juga mempererat hubungan antara TNI dan rakyat,” jelasnya.
Dandim juga menegaskan, dengan rampungnya jembatan tersebut diharapkan mampu menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi masyarakat Desa Lubuk Bingin Baru dalam jangka panjang.
“Keberadaan jembatan ini bukan hanya mempermudah akses masyarakat, tetapi juga diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan warga. Hasil pertanian dapat didistribusikan lebih cepat, mobilitas masyarakat menjadi lebih lancar, dan pada akhirnya akan berdampak positif terhadap perekonomian desa,” ujarnya.
Menurut Dandim, pembangunan infrastruktur yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat merupakan investasi jangka panjang bagi kemajuan daerah, terutama bagi desa-desa yang selama ini menghadapi keterbatasan akses transportasi.
“Bagi warga Lubuk Bingin Baru, jembatan ini bukan sekadar sarana penghubung, melainkan simbol harapan baru menuju kehidupan yang lebih aman, produktif, dan sejahtera bagi generasi mendatang,” tutup Dandim. (JP)

























