REJANGLEBONG, ASPIRASITERKINI.COM – Peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah di Kabupaten Rejang Lebong berlangsung khidmat dan penuh makna. Ratusan jemaah memadati Masjid Agung Baitul Makmur Curup untuk mengikuti Tabligh Akbar bersama ulama ternama, Habib Ahmad Abu Bakar Al Habsyi, Selasa 23 Juni 2026.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Rejang Lebong, Iwan Sumantri Badar, S.E., M.M., bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Majelis Ulama Indonesia (MUI), Baznas, para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat, Aparatur Sipil Negara (ASN), serta masyarakat dari berbagai wilayah.
Dalam sambutannya Sekda menegaskan, bahwa pergantian tahun dalam kalender Hijriah bukan sekadar pergantian angka, melainkan momentum penting bagi umat Islam untuk melakukan introspeksi dan memperbaiki kualitas kehidupan.
Menurutnya, semangat hijrah yang diwariskan Rasulullah SAW harus dimaknai secara luas dalam kehidupan sehari-hari. Hijrah tidak hanya berpindah tempat, tetapi juga perubahan menuju kondisi yang lebih baik, baik secara pribadi maupun sosial.

“Momentum Tahun Baru Islam hendaknya menjadi sarana muhasabah bagi kita semua. Kita melihat kembali perjalanan yang telah dilalui, memperbaiki kekurangan, dan menata langkah ke depan agar menjadi pribadi yang lebih baik, lebih bertakwa, dan lebih bermanfaat bagi sesama,” ujar Sekda.
Dia mengajak masyarakat, agar menjadikan semangat hijrah sebagai dorongan untuk meninggalkan kemalasan, meningkatkan produktivitas, menjauhi perilaku negatif, serta terus berkontribusi dalam pembangunan daerah.
Bahkan Sekda juga berharap, nilai-nilai keislaman yang terkandung dalam peringatan 1 Muharam dapat memperkuat karakter masyarakat Rejang Lebong yang religius, berakhlak mulia, dan memiliki semangat persatuan.
“Pembangunan daerah tidak hanya diukur dari kemajuan fisik dan ekonomi. Yang tidak kalah penting adalah pembangunan karakter masyarakat yang berlandaskan nilai-nilai agama, persatuan, dan kebersamaan,” kata Sekda.
Sementara itu, dalam tausiyahnya, Habib Ahmad Abu Bakar Al Habsyi mengajak jamaah untuk terus meningkatkan rasa syukur kepada Allah SWT serta memperkuat keimanan dalam menjalani kehidupan.
Dia menekankan, bahwa keberuntungan sejati terletak pada kemampuan seseorang untuk terus memperbaiki diri dari waktu ke waktu.

“Orang yang beruntung adalah mereka yang hari ini lebih baik dari kemarin. Jika hari ini sama seperti kemarin, maka ia termasuk orang yang merugi. Dan jika hari ini lebih buruk dari kemarin, maka ia termasuk orang yang celaka,” tutur Habib kepada para jemaah.
Selain mengajak jemaah memperbanyak ibadah dan doa, Habib juga mengingatkan pentingnya mendoakan para pemimpin agar mampu menjalankan amanah dengan baik demi kemaslahatan masyarakat.
“Awali tahun baru Hijriah dengan doa. Doakan diri sendiri, keluarga, orang tua, anak-anak, dan juga para pemimpin. Ketika para pemimpin diberikan kebaikan, maka manfaatnya akan dirasakan oleh masyarakat luas,” pesannya.
Pada akhir kegiatan, Habib Ahmad Abu Bakar Al Habsyi menginisiasi gerakan wakaf Al-Qur’an yang mendapat sambutan luar biasa dari para jemaah. Dalam waktu singkat, terkumpul komitmen wakaf lebih dari 600 mushaf Al-Qur’an yang nantinya akan dicetak dan disalurkan kepada masyarakat di berbagai wilayah Kabupaten Rejang Lebong.
Dimana Perwakilan Komunitas Riau Indonesia Mengaji Nurul Iman menjelaskan, bahwa seluruh mushaf yang diwakafkan akan segera diproduksi dan didistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Insya Allah Al-Qur’an yang diwakafkan oleh para jamaah akan segera dicetak dan disalurkan kepada masyarakat di berbagai wilayah Rejang Lebong,” singkatnya.
Tabligh Akbar tersebut tidak hanya menjadi ajang memperingati Tahun Baru Islam, tetapi juga menjadi momentum mempererat ukhuwah Islamiyah, memperkuat semangat kebersamaan, serta mengajak masyarakat menyongsong tahun baru Hijriah dengan tekad untuk terus berbenah menuju kehidupan yang lebih baik. (red)


























