BENGKULU, ASPIRASITERKINI.COM – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, sekaligus menekan angka pengangguran melalui dunia pendidikan. Setelah Gubernur Bengkulu H. Helmi Hasan menerima penghargaan nasional dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dalam kategori pengurangan pengangguran dan pengendalian inflasi, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Bengkulu kini terus mendorong lulusan SMA dan SMK agar mampu bersaing hingga tingkat internasional, khususnya ke Jepang dan Jerman.
Komitmen tersebut ditegaskan Kepala Dinas Dikbud Provinsi Bengkulu, H. Zulhendri, S.Sos., M.Pd., saat melakukan kunjungan supervisi ke Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Mulia Mandiri Abadi (MMA) Tasikmalaya, Jawa Barat, Jumat–Sabtu, 8–9 Mei 2026. Kunjungan itu dilakukan untuk melihat langsung perkembangan para lulusan SMA dan SMK asal Bengkulu yang tengah mengikuti pelatihan bahasa Jepang sebagai persiapan bekerja di negeri sakura.
“Setiap tahun Provinsi Bengkulu meluluskan sekitar 18 ribu lulusan SMK dan 21 ribu lulusan SMA. Karena itu para kepala sekolah kami dorong untuk melakukan berbagai terobosan agar para lulusan tidak hanya memiliki peluang kerja di tingkat lokal dan nasional, tetapi juga internasional,” ujar Zulhendri.
Dia menegaskan, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menciptakan lulusan yang unggul, berdaya saing, dan siap menghadapi tantangan global.
“Sekolah tidak hanya bertugas meluluskan siswa, tetapi juga harus mampu memfasilitasi arah masa depan para lulusan agar memiliki karier yang jelas dan berkelanjutan,” jelas Zulhendri.
Dia juga menyebutkan, saat ini sejumlah sekolah di Bengkulu telah menjadi penggerak program lulusan mendunia, di antaranya SMKN 1 Rejang Lebong, SMKN 4 Rejang Lebong, SMKN 1 Kepahiang, SMKN 5 Kota Bengkulu, SMKN 5 Bengkulu Utara, dan SMKN 3 Bengkulu Selatan.
“Saya berharap seluruh SMA dan SMK di Provinsi Bengkulu dapat mulai memprogramkan peminatan karier bagi siswa agar peluang kerja internasional semakin terbuka luas,” tambahnya.
Sementara itu Direktur LPK MMA Tasikmalaya, Muhammad Abdul Karim, M.Kesos., menjelaskan, kerja sama antara Dikbud Provinsi Bengkulu dan LPK MMA telah menunjukkan hasil yang positif. Pada tahun 2025, sebanyak 26 lulusan SMA dan SMK asal Bengkulu telah berhasil diberangkatkan bekerja ke Jepang.
“Insya Allah pada Juli hingga Agustus 2026 akan diberangkatkan lagi sekitar 21 orang dari sisa angkatan pertama. Kemudian pada Oktober hingga Desember 2026 direncanakan sekitar 60 orang lagi akan berangkat ke Jepang. Sehingga di akhir tahun nanti total sekitar 107 anak muda Bengkulu memperoleh kesempatan bekerja kontrak selama lima tahun di Jepang,” jelas Abdul Karim.
Menurutnya, peluang kerja di Jepang saat ini masih sangat terbuka lebar karena tingginya kebutuhan tenaga kerja di berbagai sektor. Program tersebut juga menjadi kesempatan besar bagi generasi muda Bengkulu untuk meningkatkan pengalaman, keterampilan, serta taraf hidup keluarga mereka.
Tak hanya itu, dalam kunjungan tersebut turut hadir sejumlah perwakilan perusahaan dari Jepang, di antaranya Shimidzu San dan Kajimura San dari perusahaan DAIKOKUTEN, serta Sohsi San dari GAIA International Jepang. Mereka menyampaikan langsung besarnya kebutuhan tenaga kerja di Jepang dan kesiapan perusahaan untuk menerima tenaga kerja asal Bengkulu.
“Ke depan kami membutuhkan sekitar 1.200 tenaga kerja untuk ditempatkan di jaringan supermarket terbesar di Jepang,” ujar Shimidzu San selaku HRD DAIKOKUTEN.
Disisi lain Sohsi San dari GAIA International menegaskan, pihaknya ingin membantu anak-anak muda Bengkulu memperoleh kehidupan yang lebih baik melalui peluang kerja di Jepang.
“Kami ingin membantu anak-anak muda Provinsi Bengkulu untuk mengubah kehidupan keluarganya menjadi lebih sejahtera. Kami mengutamakan tenaga kerja dari Bengkulu dan telah bekerja sama dengan LPK MMA Tasikmalaya untuk program ini,” ungkapnya.
Dia juga menyampaikan, tim dari Jepang dijadwalkan akan berkunjung ke Bengkulu pada September 2026 mendatang untuk melakukan koordinasi lanjutan bersama Pemerintah Provinsi Bengkulu terkait penguatan kerja sama jangka panjang selama 10 tahun ke depan dalam pemberian peluang kerja bagi lulusan SMK sederajat.
Untuk diketahui, dalam kegiatan tersebut, Kadis Dikbud Provinsi Bengkulu didampingi Kabid SMK Rainer Atu, SE., MM., Kepala SMKN 1 Rejang Lebong Dr. Asep Suparman, M.Pd., serta staf Dikbud Provinsi Bengkulu Exondri. Sementara dari pihak LPK MMA Tasikmalaya turut hadir Direktur LPK MMA Muhammad Abdul Karim, M.Kesos., Pembina LPK MMA Dr. H. Wawan, beserta tim pengajar dan karyawan.
Program kerja sama internasional ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam menciptakan lulusan SMA dan SMK Bengkulu yang siap kerja, kompetitif, dan mampu bersaing di tingkat global, sekaligus menjadi jalan bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat serta kemajuan daerah. (JP)

























