REJANGLEBONG, ASPIRASITERKINI.COM – Peran seorang istri prajurit TNI AD tak hanya sebatas mendampingi suami dalam tugas negara. Hal ini dibuktikan oleh Ibu Dewa, anggota Persit yang juga berprofesi sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu. Di tengah kesibukannya, dia justru mampu menjadi motor penggerak lahirnya usaha kreatif berbasis budaya lokal.
Berangkat dari kepedulian terhadap ibu-ibu rumah tangga di sekitarnya, Ibu Dewa melihat adanya potensi besar yang belum tergarap secara optimal. Banyak perempuan memiliki waktu luang dan keterampilan, namun belum memiliki akses dan wadah untuk berkembang secara produktif.
Dari situlah muncul inisiatif untuk membangun Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berbasis kerajinan batik, yang kemudian dikenal dengan nama Batik ChaCha Mentari.
Tak sekadar usaha biasa, Batik ChaCha Mentari mengangkat kekayaan budaya lokal Rejang Lebong. Motif yang diusung terinspirasi dari aksara Kaganga, warisan leluhur masyarakat Rejang yang sarat nilai filosofis dan historis. Kain batik ini pun menjadi simbol identitas budaya daerah yang dikemas dalam sentuhan modern.
Proses awalnya sederhana. Ibu Dewa mengajak ibu-ibu rumah tangga di lingkungannya untuk berkumpul di teras rumah. Di sana, mereka belajar dari nol mulai dari menggambar pola, mencanting, hingga proses pewarnaan kain. Kini, usaha tersebut telah memiliki tiga pengrajin aktif dengan kapasitas produksi mencapai 10 hingga 30 helai kain per bulan.
Meski masih berskala lokal, hasil karya mereka mulai diminati pasar dan menerima pesanan dari berbagai wilayah di Bengkulu.
Perjalanan Batik ChaCha Mentari semakin mendapat angin segar melalui dukungan organisasi Persit Kartika Chandra Kirana (KCK). Melalui program pemberdayaan bertajuk “Persit Bisa”, organisasi ini secara konsisten mendorong anggotanya untuk mandiri dan produktif melalui pengembangan UMKM.
Setelah sukses digelar pada 2025, program Persit Bisa kembali akan dilaksanakan pada Mei tahun ini di Balai Kartini, Jakarta. Dalam ajang tersebut, Batik ChaCha Mentari terpilih sebagai perwakilan UMKM dari Cabang XX Dim 0409 Koorcab Rem 041 PD XXI/Radin Inten.
Ketua Cabang XX Dim 0409, Ny. Ratih Agung, menyampaikan kebanggaannya atas capaian tersebut. Dia menilai keberhasilan ini merupakan buah dari kerja keras dan semangat anggota Persit dalam berkarya.
“Kami sangat bangga atas terpilihnya Batik ChaCha Mentari dalam program Persit Bisa. Ini menjadi bukti bahwa kreativitas dan ketekunan anggota Persit mampu menghasilkan karya yang bernilai dan layak bersaing,” ujarnya.
Keberhasilan ini tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, termasuk pembina Persit dan jajaran organisasi yang terus memberikan pendampingan, motivasi, serta ruang promosi bagi pelaku UMKM. Pembinaan berkelanjutan menjadi kunci dalam mendorong usaha kecil agar mampu naik kelas.
Keikutsertaan Batik ChaCha Mentari dalam program Persit Bisa diharapkan membawa dampak positif, tidak hanya bagi pengembangan usaha, tetapi juga dalam pelestarian budaya lokal serta peningkatan kesejahteraan perempuan di daerah.
Lebih dari itu, kisah ini menjadi inspirasi bahwa dari langkah kecil di teras rumah, lahir karya besar yang mampu menembus panggung nasional. Dukungan terhadap UMKM pun menjadi bagian penting dalam memperkuat ekonomi masyarakat sekaligus menjaga warisan budaya bangsa tetap hidup dan berkembang. (JP)

























