Kepala Lapas Kelas IIA Curup, Untung Cahyo Sidharto, mengatakan, pembinaan kemandirian memang diarahkan agar warga binaan memiliki keterampilan yang dapat menjadi bekal positif ketika nantinya kembali ke tengah masyarakat.
“Pemanfaatan limbah menjadi produk kerajinan merupakan salah satu bentuk pembinaan yang mendorong kreativitas dan kemandirian warga binaan. Selain menjaga kebersihan lingkungan, kegiatan ini juga menghasilkan karya yang memiliki nilai tambah,” ujar Untung.
Menurut dia, kegiatan semacam ini diharapkan tidak berhenti sebatas aktivitas selama menjalani masa pembinaan. Keterampilan yang diperoleh dapat terus dikembangkan sehingga menjadi modal bagi warga binaan untuk berkarya secara mandiri setelah menyelesaikan masa pembinaan.
“Pemanfaatan limbah botol bekas tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pembinaan di lingkungan pemasyarakatan tidak hanya berorientasi pada pembinaan kepribadian, tetapi juga mendorong lahirnya keterampilan yang produktif dan bermanfaat,” tuturnya.
Lebih lanjut Untuk menegaskan, Lapas Kelas IIA Curup juga berkomitmen untuk terus mengembangkan berbagai kegiatan pembinaan yang kreatif, produktif, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan. Harapannya, setiap keterampilan yang dipelajari warga binaan dapat menjadi bekal untuk membuka peluang baru dan membangun kehidupan yang lebih mandiri setelah kembali ke masyarakat.























