REJANGLEBONG, ASPIRASITERKINI.COM – Limbah botol plastik yang selama ini identik dengan sampah justru disulap menjadi karya kerajinan bernilai tambah oleh warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Curup, Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu.
Melalui program pembinaan kemandirian, warga binaan diajak mengolah botol bekas yang sudah tidak terpakai menjadi berbagai kreasi, salah satunya hiasan bunga. Kegiatan kreatif tersebut berlangsung pada Rabu 16 September 2026 dan menjadi bagian dari upaya Lapas Curup membekali warga binaan dengan keterampilan produktif.
Dalam prosesnya, botol bekas terlebih dahulu dipilah dan disiapkan sebelum diolah menjadi bagian-bagian yang dapat dikreasikan. Dengan keterampilan dan kreativitas, bahan yang sebelumnya dianggap tidak bernilai kemudian dibentuk menjadi hiasan bunga yang memiliki nilai estetika.
Bagi warga binaan, kegiatan tersebut bukan sekadar mengisi waktu dengan aktivitas positif. Proses mengolah limbah menjadi sebuah karya juga menjadi ruang untuk belajar keterampilan baru, mengasah kreativitas, sekaligus menumbuhkan rasa percaya diri dalam menghasilkan sesuatu yang bermanfaat.
Di sisi lain, pemanfaatan botol bekas turut memberikan dampak terhadap kebersihan lingkungan di dalam lapas. Limbah plastik yang sebelumnya berpotensi menjadi sampah dapat dimanfaatkan kembali menjadi produk kerajinan.
Kepala Lapas Kelas IIA Curup, Untung Cahyo Sidharto, mengatakan, pembinaan kemandirian memang diarahkan agar warga binaan memiliki keterampilan yang dapat menjadi bekal positif ketika nantinya kembali ke tengah masyarakat.
“Pemanfaatan limbah menjadi produk kerajinan merupakan salah satu bentuk pembinaan yang mendorong kreativitas dan kemandirian warga binaan. Selain menjaga kebersihan lingkungan, kegiatan ini juga menghasilkan karya yang memiliki nilai tambah,” ujar Untung.
Menurut dia, kegiatan semacam ini diharapkan tidak berhenti sebatas aktivitas selama menjalani masa pembinaan. Keterampilan yang diperoleh dapat terus dikembangkan sehingga menjadi modal bagi warga binaan untuk berkarya secara mandiri setelah menyelesaikan masa pembinaan.
“Pemanfaatan limbah botol bekas tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pembinaan di lingkungan pemasyarakatan tidak hanya berorientasi pada pembinaan kepribadian, tetapi juga mendorong lahirnya keterampilan yang produktif dan bermanfaat,” tuturnya.
Lebih lanjut Untuk menegaskan, Lapas Kelas IIA Curup juga berkomitmen untuk terus mengembangkan berbagai kegiatan pembinaan yang kreatif, produktif, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan. Harapannya, setiap keterampilan yang dipelajari warga binaan dapat menjadi bekal untuk membuka peluang baru dan membangun kehidupan yang lebih mandiri setelah kembali ke masyarakat.
“Kita ingin agar warga binaan Lapas Curup memiliki kreatifitas untuk bekal mereka saat bebas nanti,” harapnya. (NAC)

























