Bengkulu Tengah

Dampak Abrasi, Sejumlah Rumah di Pesisir Sungai Lemau Hancur : Warga Desak Pemerintah Segera Bertindak

BENGKULUTENGAH, ASPIRASITERKINI.COM – Ancaman abrasi pantai di wilayah Sungai Lemau, Kecamatan Pondok Kelapa, Kabupaten Bengkulu Tengah, kian mengkhawatirkan. Sejumlah rumah warga dilaporkan rusak bahkan hancur akibat tergerus gelombang laut yang terus mengikis garis pantai.

Kondisi darurat ini mendorong warga yang terdiri dari kelompok ibu-ibu pesisir Sungai Lemau bersama organisasi lingkungan Walhi Bengkulu dan Genesis Bengkulu mendatangi Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bengkulu Tengah untuk menyampaikan langsung keluhan sekaligus tuntutan mereka dalam sebuah pertemuan resmi.

Dalam forum tersebut, warga memaparkan bahwa abrasi tidak hanya menyebabkan hilangnya lahan, tetapi juga merobohkan rumah-rumah yang sebelumnya berada di zona aman. Bahkan kini, warga hidup dalam kecemasan, terutama saat gelombang tinggi dan cuaca ekstrem melanda kawasan pesisir.

“Kondisi ini sudah sangat darurat. Setiap hari kami melihat tanah kami hilang sedikit demi sedikit. Beberapa rumah sudah hancur, dan yang lain tinggal menunggu waktu,” ujar Nosi, salah satu warga Sungai Lemau.

Dia juga menyampaikan sejumlah tuntutan warga setempat kepada pemerintah, mulai dari penanganan darurat dalam waktu dekat, pembangunan infrastruktur pengaman pantai seperti tanggul atau pemecah ombak, kepastian waktu penanganan, serta pelibatan masyarakat dalam proses perencanaan dan pengawasan.

“Ini tuntutan kami kepada pemerintah setempat khususnya Dinas PUPR. Mohon untuk ditindaklanjuti dan diberikan solusinya,” tegas Nosi.

Di sisi lain, warga lainnya menilai bahwa kondisi yang mereka alami tidak bisa hanya dijawab dengan kajian dan survei yang berlarut-larut. Mereka mendesak adanya langkah konkret dan cepat, mengingat abrasi terus berlangsung dan berpotensi menimbulkan kerugian yang lebih besar, bahkan korban jiwa. Dengan kondisi yang semakin mendesak, warga berharap pemerintah segera mengambil langkah strategis dan responsif guna melindungi wilayah pesisir Sungai Lemau dari ancaman abrasi yang terus menggerus kehidupan mereka.

“Ibu-ibu Sungai Lemau akan terus mengawal persoalan ini. Ini bukan hanya soal lingkungan, tapi soal keselamatan dan keberlangsungan hidup kami. Yang kami butuhkan adalah tindakan nyata, bukan sekadar janji,” tegas perwakilan warga lainnya.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Dinas PUPR Kabupaten Bengkulu Tengah, Jesno, mengakui bahwa kondisi abrasi di Sungai Lemau cukup serius. Namun, dia menjelaskan bahwa kewenangan utama penanganan berada di Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera VIII yang merupakan perpanjangan tangan Kementerian PUPR.

“Kami akan menindaklanjuti dengan mengirimkan surat serta pembaruan kondisi lapangan kepada BWS Sumatera VIII. Penanganan abrasi ini tidak bisa dilakukan secara instan karena berkaitan dengan proses penganggaran dan kewenangan yang berada di tingkat pusat,” singkat Jesno.

Meski demikian, pihak PUPR berkomitmen untuk terus berkoordinasi dan menyampaikan hasil kajian serta rencana tindak lanjut kepada instansi terkait. (JP)

Tags: Abrasi Bengkulu Tengah Pesisir Pantai Sungai Lemau
Nicko Ade Christyan

Media digital masa kini "Untuk Indonesia Lebih Baik"

This website uses cookies.