“Realisasi serapan sebesar 1.260 ton setara beras di wilayah kerja BULOG Rejang Lebong menunjukkan komitmen kami untuk terus hadir di tengah petani, memastikan hasil panen terserap secara optimal, serta mendukung penguatan ketahanan pangan nasional,” ujar Yudha.
Menurutnya, keberhasilan pengadaan gabah dan beras tidak hanya berkontribusi terhadap penguatan stok nasional, tetapi juga memberikan kepastian pasar bagi petani sehingga mereka dapat menjual hasil panennya dengan harga yang layak.
Kebijakan pemerintah melalui penetapan “Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah kering panen sebesar Rp6.500 per kilogram menjadi faktor penting yang mendorong keberhasilan serapan tahun ini. Kebijakan ini memberikan jaminan harga sekaligus meningkatkan kepercayaan petani untuk terus meningkatkan produktivitas pertanian,” tambah Yudha.
Dia juga menjelaskan, dampak positif dari tingginya serapan juga terlihat pada posisi stok Cadangan Beras Pemerintah yang kini berada pada level tertinggi dalam sejarah modern pengelolaan pangan nasional. Saat ini, stok beras yang dikelola BULOG telah melampaui 5 juta ton, memberikan ruang yang lebih kuat bagi pemerintah dalam menjalankan berbagai program strategis.
Stok tersebut menjadi instrumen penting untuk menjaga stabilitas harga beras di pasaran, mendukung penyaluran bantuan pangan kepada masyarakat, memenuhi kebutuhan darurat saat terjadi bencana, serta mengantisipasi potensi gejolak pasokan dan harga pangan akibat faktor cuaca maupun dinamika global.























