Tak hanya perlindungan saluran pernapasan, masyarakat juga diminta segera membersihkan tubuh dan pakaian setelah kembali dari luar rumah. Abu vulkanik dapat menempel pada pakaian maupun tubuh dan berpotensi menyebabkan gangguan apabila paparan tidak segera dibersihkan.
“Dari sisi kesehatan, abu vulkanik dapat menimbulkan sejumlah gangguan, mulai dari Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), iritasi mata hingga gangguan kulit. Karena itu, masyarakat tidak boleh mengabaikan gejala kesehatan yang muncul setelah terpapar abu,” terangnya.
Perhatian khusus juga diberikan kepada kelompok masyarakat yang dinilai paling rentan terhadap dampak abu vulkanik. Kelompok tersebut meliputi anak-anak, lanjut usia, penderita penyakit pernapasan kronis serta penderita penyakit kardiovaskular.
Karena itu Pangdam XXI/Radin Inten juga memberikan langkah penanganan apabila abu vulkanik masuk ke mata. Masyarakat diminta tidak menggosok mata, melainkan segera membersihkannya menggunakan air bersih dan menggunakan obat tetes mata apabila diperlukan.
“Semua puskesmas sudah kita siapkan untuk menangani kondisi tersebut,” kata Pangdam dalam imbauannya.























