REJANGLEBONG, ASPIRASITERKINI.COM – Sebanyak 117 pasien yang tercatat di Dinas Kesehatan (Dinkes) Rejang Lebong terpapar penyakit mematikan, yakni HIV/AIDS.
Bukan hanya warga Rejang Lebong saja, 117 pasien yang terpapar itu juga diketahui berasal dari Kabupaten Kepahiang dan juga Kabupaten Lebong.
Plt. Kepala Dinkes Rejang Lebong drg. Asep Setia Budiman melalui Sub Koordinator P2PM Dinkes Rejang Lebong Titin Julita, S.K.M menyampaikan, 117 pasien tersebut merupakan total keseluruhan dari pasien yang terpapar HIV/AIDS di Rejang Lebong. Dimana kata dia, tahun ini saja total penderita HIV/AIDS sebanyak 21 orang, bahkan sudah ada 4 orang yang meninggal dunia akibat penyakit tersebut.
“Setiap tahun jumlah pasien penderita HIV/AIDS di Rejang Lebong ini terus bertambah. Bahkan sudah banyak yang meninggal dunia karena berhenti mengkonsumsi obat,” ujar Titin.
Disampaikannya, penyebab utama dari penyakit HIV/AIDS ini bukan rahasia lagi. Seks bebas tanpa pengaman lah yang menyebabkan para pasien banyak terpapar penyakit mematikan yang belum ada obatnya ini. Bahkan berdasarkan data yang terhimpun, jumlah pasien yang terdampak HIV/AIDS ini didominasi oleh laki-laki yang berusia produktif 25-49 tahun.
“Kalau melihat dari jumlah kasus yang ada, kebanyakan laki-laki yang terpapar ini gonta ganti pasangan tanpa menggunakan pengaman saat berhubungan badan. Jadi mereka rentan tertular dan mengidap penyakit HIV/AIDS yang mengerikan ini,” jelasnya.
Lebih lanjut dia mengingatkan kepada masyarakat, agar tidak melakukan diskriminasi terhadap mereka yang terpapar penyakit HIV/AIDS ini. Karena meskipun tidak bisa disembuhkan, penyakit mematikan ini tidak mudah untuk menular. Bahkan bisa dibilang, proses penularannya jauh lebih kecil dibanding dengan penyakit Hepatitis yang memiliki resiko hidup lebih pendek.
“Penyakit HIV/AIDS memang tak bisa disembuhkan, tapi mereka masih bisa bertahan apabila memakan obat yang diberikan secara rutin. Selain itu penyakit HIV/AIDS ini juga tidak gampang menular meskipun dengan berhubungan badan. Apalagi untuk mereka yang sudah meninggal, bakteri HIV/AIDS di badan mereka juga ikut mati sehingga tak perlu khawatir saat memandikan mayatnya,” tutup Titin.
Sekedar informasi, HIV menular melalui cairan tubuh tertentu seperti darah, air mani (sperma), cairan pra-mani, cairan rektal, cairan vagina, dan ASI. Penularan paling umum terjadi melalui hubungan seksual (vaginal, anal, oral) tanpa kondom, penggunaan jarum suntik atau alat suntik yang tidak steril bersama-sama, serta penularan dari ibu ke anak selama kehamilan, persalinan, atau menyusui.
Ciri-ciri HIV pada pria antara lain demam, sakit kepala, kelelahan, nyeri otot, sakit tenggorokan, sariawan, ruam kulit, dan pembengkakan kelenjar getah bening. Gejala lain yang lebih spesifik pada pria meliputi luka pada penis, nyeri saat buang air kecil atau ejakulasi, pembengkakan testis, dan disfungsi ereksi. Gejala-gejala ini bisa bervariasi dan seringkali mirip dengan penyakit virus lain. (JP)













































