REJANGLEBONG, ASPIRASITERKINI.COM – Semangat menjaga kelestarian lingkungan ditunjukkan oleh ratusan jemaat Gereja Katolik Paroki Santo Stephanus Martir Curup melalui kegiatan bakti sosial pungut sampah yang digelar Minggu 27 September 2026. Kegiatan yang merupakan bagian dari rangkaian Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) 2026 tersebut dipusatkan di dua ruang publik utama Kota Curup, yakni kawasan Gedung Olahraga (GOR) Curup dan Lapangan Setia Negara.
Sejak pagi hari, ratusan jemaat dari berbagai usia berkumpul di Aula Gereja Katolik Paroki Santo Stephanus Martir Curup yang berada di Jalan DI Panjaitan, Kelurahan Talang Benih, Kecamatan Curup. Setelah mendapatkan arahan dari panitia, para peserta berjalan kaki menuju lokasi kegiatan dan dibagi menjadi dua kelompok untuk membersihkan area yang telah ditentukan.
Dengan membawa kantong sampah, sarung tangan, dan peralatan sederhana lainnya, para jemaat tampak antusias menyisir berbagai sudut kawasan GOR Curup maupun Lapangan Setia Negara. Sampah plastik, botol bekas, hingga berbagai jenis sampah lainnya berhasil dikumpulkan dalam kegiatan yang berlangsung penuh semangat kebersamaan tersebut.
Ketua Panitia BKSN 2026, Joko Kristianto, mengatakan, kegiatan bertema ekologi ini merupakan bentuk kepedulian Gereja Katolik terhadap kondisi lingkungan yang semakin memprihatinkan. Kegiatan tersebut juga menjadi tindak lanjut dari ajakan mendiang Paus Fransiskus yang selama ini dikenal memberikan perhatian besar terhadap isu krisis ekologis global dan kelestarian bumi.
“Kegiatan ini lahir dari keprihatinan mendalam terhadap kondisi lingkungan yang semakin mengalami berbagai tantangan. Karena itu, Keuskupan Agung Palembang bersama Gereja Katolik Paroki Santo Stephanus Martir Curup menginisiasi aksi nyata berupa bakti sosial pungut sampah sebagai bentuk kepedulian terhadap rumah bersama kita, yaitu bumi,” ujar Joko.
Menurut dia, meskipun terlihat sederhana, kegiatan tersebut diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran ekologis yang lebih luas di tengah masyarakat, khususnya umat Katolik. Dia berharap, aksi serupa dapat dilakukan secara berkelanjutan sehingga memberikan dampak nyata bagi kebersihan dan kelestarian lingkungan.
“Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti pada hari ini saja. Semoga dapat menjadi gerakan berkelanjutan yang membangun kesadaran ekologis umat sekaligus menginspirasi masyarakat luas untuk lebih peduli terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan,” kata Joko.
Lebih lanjut Joko menjelaskan, peserta yang mengikuti kegiatan tidak hanya berasal dari Kabupaten Rejang Lebong, tetapi juga diikuti jemaat dari sejumlah gereja Katolik di daerah lain, termasuk Kabupaten Kepahiang. “Kehadiran mereka menjadi bukti semangat kolaborasi dalam menjaga lingkungan hidup tanpa mengenal batas wilayah,” singkatnya.
Selain kegiatan ekologi, rangkaian Bulan Kitab Suci Nasional 2026 di Paroki Santo Stephanus Martir Curup juga diisi dengan berbagai kegiatan edukatif dan sosial lainnya. Di antaranya kegiatan kaderisasi dan sosialisasi pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang dilaksanakan pada 19 September 2026, serta kegiatan digitalisasi yang digelar pada 20 September 2026.
Melalui berbagai kegiatan tersebut, Gereja Katolik Paroki Santo Stephanus Martir Curup berupaya menghadirkan nilai-nilai Kitab Suci dalam tindakan nyata yang menyentuh kehidupan masyarakat, mulai dari peningkatan kualitas sumber daya manusia, kepedulian sosial, hingga pelestarian lingkungan hidup. (NAC)






























