“Memang akses jalan ini satu-satunya jalan keluar masuk menuju tambang. Kami tak masalah jika truk keluar masuk setiap hari, namun perlu dipikirkan juga jalan yang rusak dan kotor setiap harinya,” tambahnya.
Sementara itu warga lainnya yang berdomisili di Desa Tasikmalaya menyampaikan, tak hanya membuat rusak dan kotor jalan saja, kendaraan tambang maupun kendaraan proyek juga menyebabkan jalan setiap harinya menjadi sempit bahkan polusi. Padahal setiap hari, anak sekolah banyak yang keluar masuk melewati jalan tersebut.
“Minimal perbaiki jalan yang rusak dan kotor, jangan sampai kerusakannya semakin parah. Cukup kami saja yang harus berdesakan dengan mobil saat hendak keluar,” tuturnya.
Menanggapi keluhan warganya itu Kades Tasik Malaya menyampaikan, saat ini memang sudah banyak jalan di Desa Tasik Malaya yang rusak akibat truk tambang maupun truk proyek yang melintas. Namun biasanya, ada penambalan di jalan-jalan yang bolong di wilayah Tasik Malaya. Akan tetapi di tahun ini kata dia, belum ada perbaikan jalab dari pihak tambang yang bersangkutan.
“Terakhir tahun kemaren ada penambalan sedikit di jalan yang bolong. Namun entah kenapa di tahun ini belum ada perbaikan lagi seperti penambalan di jalan yang rusak. Mengenai hal ini akan kita laporkan kepada pihak tambang,” sampainya.























