Bupati juga mengatakan, Pemkab Rejang Lebong sengaja mengundang 1.000 anak yatim dan difabel, dengan tujuan untuk menghibur dan menyenangkan mereka, agar menjadikan Rejang Lebong lebih hangat untuk kedepannya.
“Acara ini bukan hanya sekadar seremonial dan rutinitas, namun menjadi ajang silaturahmi antar sesama, untuk melaksanakan doa bersama demi kebaikan kedepannya. Kami ingin anak yatim dan difabel juga bisa bahagia dan dapat tertawa bersama. Karena dengan membuat anak-anak bahagia, Rejang Lebong pun bisa bahagia,” tuturnya.
Disisi lain tambah bupati, selama ini Rumdin jarang dikunjungi oleh masyarakat Rejang Lebong karena tertutup. Untuk itu Pemkab Rejang Lebong sengaja membangun Playground disamping rumdin, agar anak-anak bisa bermain dan tertawa bersama serta masyarakat bisa lebih dengan dengan Pemkab Rejang Lebong.
“Kami sadari, rumdin bupati ini bukan milik bupati maupun Pemkab Rejang Lebong. Namun Rumdin ini milik semua masyarakat Rejang Lebong termasuk anak-anak yatim dan difabel. Kami hanya dipinjamkan sementara selama menjabat sebagai bupati. Semoga Rumdin bisa digunakan untuk kegiatan bersama, serta taman bermain yang dibangun bisa berguna dan bermanfaat untuk masyarakat di Rejang Lebong,” tutupnya. (JP)























