“Kami ingin memastikan tak ada warga Bengkulu yang kesulitan mengakses layanan kesehatan hanya karena alasan biaya,” kata Helmi.
Lebih lanjut gubernur juga menegaskan, sebagai bentuk kepedulian terhadap pendidikan, Pemprov Bengkulu juga meluncurkan program “anak asuh pejabat”.
Dalam program ini, pejabat tingkat provinsi akan membina siswa-siswi yatim piatu tingkat SMA/SMK.
Sementara anak-anak dari jenjang PAUD hingga SMP menjadi tanggung jawab kepala daerah dan jajarannya di tingkat kabupaten/kota.
“Masih banyak pelajar kita yang membutuhkan perhatian. Kini saatnya kita hadir bukan hanya sebagai pemimpin birokrasi, tetapi juga sebagai orang tua bagi mereka,” tegas Helmi.























