REJANGLEBONG, ASPIRASITERKINI.COM – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Bengkulu, H. Zulhendri, S.Sos, M.Pd, memberikan apresiasi kepada SMKN 1 Rejang Lebong atas inisiatif dan komitmennya dalam menghadirkan program-program inovatif yang berorientasi pada kebutuhan industri internasional. Hal ini disampaikannya saat menghadiri kegiatan Kelas Industri Jepang sekaligus membuka webinar bertajuk “From Bengkulu to Germany” di SMK Negeri 1 Rejang Lebong, Sabtu 4 April 2026.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas lulusan pendidikan vokasi agar mampu bersaing di tingkat global.
“Ini adalah langkah yang sangat baik dalam meningkatkan kualitas lulusan pendidikan di Provinsi Bengkulu. Kita ingin lulusan SMA dan SMK tidak hanya siap di tingkat lokal, tetapi juga mampu bersaing dan diterima di kancah global. Karena itu program kelas industri yang menjadi inovasi SMKN 1 Rejang Lebong ini patut diapresiasi dan wajib menjadi contoh bagi sekolah lainnya,” ujar Zulhendri.
Dia menjelaskan, kegiatan ini merupakan bagian dari tindak lanjut program Direktorat SMK Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah yang mengusung tema “Lulusan SMK Berani Mendunia”. Program ini menjadi strategi pemerintah dalam mendorong lulusan vokasi agar tidak hanya terserap di pasar kerja domestik, tetapi juga mampu menembus pasar kerja global.
“Dengan pembekalan yang tepat, lulusan SMK bisa menjadi tenaga kerja terampil sekaligus duta bangsa di mancanegara. Kami percaya SMKN 1 Rejang Lebong bisa menjadi salah satu sekolah yang mampu mewujudkan hal tersebut,” tegasnya.
Zulhendri juga mendorong, agar setiap kabupaten dan kota di Provinsi Bengkulu memiliki minimal satu sekolah dengan program terobosan serupa.
“Sekolah harus menjadi garda terdepan dalam mencetak generasi muda yang siap mendunia. Ini adalah langkah menuju terwujudnya generasi emas Indonesia tahun 2045,” terangnya.
Dia juga menegaskan, tantangan dunia pendidikan saat ini semakin kompleks. Selain tuntutan kompetensi, siswa juga dihadapkan pada berbagai persoalan seperti pergaulan bebas, narkoba, tawuran hingga perundungan. Oleh karena itu, diperlukan sinergi antara sekolah, guru, dan orang tua dalam membentuk karakter generasi muda.
“Pendidikan bukan hanya soal ilmu pengetahuan, tetapi juga pembentukan karakter. Mari kita didik anak-anak kita dengan penuh kasih sayang dan kerja sama yang baik antara sekolah dan orang tua,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala SMK Negeri 1 Rejang Lebong, Dr. Asep Suparman, S.Pi, M.Pd, menyampaikan rasa terima kasih atas kehadiran dan dukungan Kadis Dikbud Provinsi Bengkulu terhadap program unggulan sekolah.
“Alhamdulillah, kehadiran Pak Kadis memberikan motivasi besar bagi siswa kami untuk lebih semangat dalam meraih cita-cita, termasuk mengikuti program Ausbildung di Jerman setelah lulus,” ujarnya.
Asep menjelaskan, SMKN 1 Rejang Lebong saat ini memiliki tiga program unggulan, yakni Kelas Industri Jerman, Kelas Industri Jepang, dan Kelas Industri bekerja sama dengan Schneider Electric di Cikarang Plant, Bekasi. Program-program tersebut dirancang untuk membekali siswa dengan kompetensi keahlian, karakter, serta penguasaan bahasa asing seperti Jerman, Jepang, dan Inggris, sehingga siap menghadapi persaingan global.
“Kegiatan ini diharapkan mampu membuka wawasan siswa bahwa peluang untuk kuliah dan bekerja di luar negeri terbuka lebar. Asalkan dipersiapkan dengan kompetensi, keterampilan, dan karakter yang kuat, kami yakin lulusan SMK bisa bersaing secara global,” pungkasnya.
Untuk diketahui, pada kegiatan kelas Industri dan webinar ini menghadirkan narasumber inspiratif, di antaranya Ade Julian Saputra, lulusan SMK Negeri 1 Rejang Lebong yang tengah menempuh pendidikan vokasi melalui program Ausbildung di Jerman, serta Ananda Putri Sriwijayanti, lulusan SMK Negeri 3 Rejang Lebong yang kini telah bekerja di Jerman.
Melalui sesi berbagi pengalaman, para siswa mendapatkan gambaran nyata mengenai peluang melanjutkan pendidikan maupun bekerja di luar negeri secara legal dan profesional. (JP)

























