“Dari hasil peninjauan yang kita lakukan di sekolah-sekolah yang sudah mendapat MBG, menurut kami pembagiannya kurang higenis. Karena kami melihat secara langsung nampan MBG diletakkan dilantai, dan dikawatirkan tercemar debu dan kotoran. Karena itu sudah semestinya pihak MBG juga bisa mensosialisasikan pihak sekolah agar pembagian MBG lebih higenis,” harapnya.
Disisi lain, Ketua DPRD Rejang Lebong Yayan Juliansyah meminta, agar pihak SPPG Rejang Lebong bisa memastikan kondisi peralatan dan bahan makanan yang digunakan untuk MBG higenis.
Bahkan tak hanya itu tegas Yayan, pihaknya juga meminta agar pihak SPPG bisa meningkatkan koordinasinya dengan sejumlah pihak terkait, termasuk pihak DPRD Rejang Lebong.
Terlebih diketahui, ada 32 dapur MBG yang akan didirikan di Rejang Lebong, serta ada sebanyak 72.000 penerima manfaat MBG, baik itu pelajar maupun ibu hamil.
“MBG ini dijalankan di Rejang Lebong, yang menerima MBG masyarakat Rejang Lebong, bahkan bahan yang diambil untuk MBG dari Rejang Lebong. Jadi sudah semestinya pihak SPPG terus melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak terkait di Kabupaten Rejang Lebong ini. Karena kami berharap, program MBG di Rejang Lebong ini bisa berjalan maksimal sesuai yang diinginkan,” tutup Yayan. (JP)Â























