“Banyak pengunjung yang motornya pecah ban kami bantu. Bahkan ada yang kehabisan bahan bakar, kami bantu dengan memberikan bahan bakar agar bisa sampai ke desa terdekat,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Rejang Lebong Riki Irawan melalui Kabid Destinasi dan Industri Pariwisata Randy Septania, S.K.M mengatakan, pihaknya telah melakukan peninjauan langsung ke lokasi menyusul adanya keluhan dari pengunjung.
Hasil pengecekan di lapangan, pihaknya membenarkan adanya sistem pembayaran terpisah antara tiket masuk Air Terjun Tri Sakti dan akses menuju pemandian air panas.
“Kami sudah berkunjung langsung ke lokasi wisata yang dikeluhkan pengunjung. Memang benar saat ini terdapat pembayaran yang terpisah seperti yang disampaikan pengunjung,” ujarnya.
Menyikapi persoalan tersebut, Dinas Pariwisata berjanji akan melakukan tindak lanjut dengan seluruh pihak terkait guna mencari solusi terbaik agar tidak menimbulkan kebingungan di kalangan wisatawan.























