REJANGLEBONG, ASPIRASITERKINI.COM – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 yang digelar oleh Kodim 0409/Rejang Lebong terus menunjukkan progres yang signifikan.
Memasuki hari ke-23 ini, pelaksanaan proyek pembangunan infrastruktur yang berlokasi di Desa Seguring, Kecamatan Curup Utara, Kabupaten Rejang Lebong berjalan maksimal sesuai dengan yang diharapkan.
Komandan Kodim (Dandim) 0409/Rejang Lebong Letkol Inf Agung Lewis Oktorada melalui Plh. Pasiter Kodim 0409/RL Kapten Inf Tasmi Basiroroni menyampaikan, untuk sasaran fisik, pembukaan jalan sepanjang 4,167 kilometer dengan lebar 8 meter telah mencapai progres 100 persen. Sementara pengerasan jalan sepanjang 1,250 kilometer dengan lebar 4 meter telah terealisasi sudah diangka 78,4 persen. Capaian ini dinilai cukup signifikan karena pelaksanaan TMMD masih tersisa 7 hari lagi.
Sementara itu untuk pembangunan lima titik sumur bor juga menunjukkan perkembangan cukup pesat. Kelima sumur bor yang dibangun sudah rampung 100 persen, dan sudah bisa dimanfaatkan oleh masyarakat setempat untuk penggunaan air bersihnya.
Termasuk rehabilitasi lima unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dan rehab jembatan kata dia, saat ini sudah rampung 100 persen semua, dan sudah dimanfaatkan dengan baik oleh warga setempat.
“Hingga hari ke-23 ini, progres TMMD ke-127 menunjukkan perkembangan yang signifikan, khususnya untuk pembukaan jalan, pembuatan sumur bor dan perehaban RTLH. Ini berkat sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, mahasiswa, dan masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu untuk sasaran nonfisik sendiri tambahnya, sejumlah kegiatan sudah rampung 100 persen, di antaranya pelayanan kesehatan, donor darah, penyuluhan wawasan kebangsaan, penyuluhan bela negara, pelayanan Posyandu dan Posbindu, Karhutlah, penyuluhan bahaya narkoba, serta pemutaran film perjuangan.
“Untuk program non fisik juga sudah hampir rampung semua, saat ini tinggal melaksanakan program lainnya sesuai jadwal yang ditetapkan,” terangnya.
Kapten Inf Tasmi Basiroroni juga menegaskan, pihak Kodim juga akan terus mengoptimalkan pekerjaan yang tersisa dengan memanfaatkan waktu dan kondisi cuaca yang mendukung agar seluruh target dapat selesai tepat waktu.
“Melihat perkembangannya saat ini, kita yakin seluruh sasaran fisik maupun nonfisik dapat tuntas sesuai rencana. Kita ingin masyarakat setempat dapat segera merasakan manfaatnya secara optimal,” harapnya.
Untuk diketahui, sebanyak 181 personel terlibat dalam kegiatan ini, terdiri dari 126 personel TNI AD, 10 personel TNI AL, 10 anggota Polri, 15 mahasiswa, dan 20 warga masyarakat. Sementara dukungan alat berat ditambah menjadi 4 unit, satu unit ekskavator satu unit dozer, satu unit jonder, dan 1 unit vibro. (JP)
























