Senin, Agustus 24, 2026

Miris!!! Hampir Dua Tahun Tanpa Bidan Desa, Warga Air Kati Terpaksa Tempuh 8 Kilometer Untuk Berobat

REJANGLEBONG, ASPIRASITERKINI.COM – Akses pelayanan kesehatan yang merata hingga pelosok desa masih menjadi pekerjaan rumah di berbagai daerah. Kondisi tersebut turut dirasakan masyarakat Desa Air Kati, Kecamatan Padang Ulak Tanding (PUT), Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu. Selama hampir dua tahun terakhir, desa tersebut tidak memiliki bidan desa maupun tenaga kesehatan yang bertugas secara tetap. Sehingga mau tak mau, warga harus menempuh perjalanan sekitar 8 kilometer untuk menuju Puskesmas Kecamatan PUT agar memperoleh pelayanan medis.

Situasi ini pun dikeluhkan masyarakat karena dinilai menyulitkan, terutama saat terjadi keadaan darurat yang membutuhkan penanganan segera. Dimana ketiadaan tenaga kesehatan di desa juga, membuat pelayanan kesehatan dasar bagi masyarakat belum dapat berjalan secara optimal.

- Advertisement -

Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Air Kati, Hasan Basri mewakili warga desa setempat mengatakan, kekosongan tenaga kesehatan di desa telah berlangsung sejak tahun 2025, dan hingga pertengahan tahun 2026 belum ada penempatan petugas baru dari Dinas Kesehatan Kabupaten Rejang Lebong.

“Sudah hampir dua tahun Desa Air Kati tidak memiliki bidan desa yang ditugaskan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Rejang Lebong. Akibatnya, setiap kali ada warga yang sakit ataupun membutuhkan pertolongan medis, mereka harus menuju Puskesmas induk di Kecamatan Padang Ulak Tanding yang berjarak sekitar 8 kilometer dari desa,” ujar Hasan, Senin 6 Juli 2026.

Menurut dia, kondisi tersebut sangat memberatkan masyarakat, khususnya bagi lansia, ibu hamil, balita, maupun warga yang mengalami sakit mendadak. Dalam kondisi tertentu, keterlambatan mendapatkan pelayanan kesehatan bahkan berpotensi meningkatkan risiko terhadap keselamatan pasien.

Dijelaskannya, selama ini pelayanan kesehatan yang masuk ke Desa Air Kati hanya dilakukan melalui kegiatan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) yang berlangsung satu kali setiap bulan. Sementara kebutuhan masyarakat terhadap layanan kesehatan berlangsung setiap hari dan tidak dapat diprediksi.

- Advertisement -

“Orang sakit tidak bisa menunggu jadwal Posyandu. Masyarakat membutuhkan tenaga kesehatan yang selalu siap memberikan pelayanan kapan pun dibutuhkan,” tegasnya.

Ironisnya, kata Hasan, Desa Air Kati sebenarnya telah memiliki gedung Pos Kesehatan Desa (Poskesdes) yang masih dalam kondisi baik dan siap difungsikan. Fasilitas pendukung juga dinilai cukup memadai, termasuk lokasi bangunan yang berada di pusat permukiman warga sehingga mudah dijangkau oleh masyarakat.

- Advertisement -

“Namun, karena tidak ada tenaga kesehatan yang ditempatkan, keberadaan fasilitas tersebut belum mampu memberikan manfaat maksimal bagi warga,” terangnya.

Hasan juga mengungkapkan salah satu peristiwa yang menggambarkan dampak nyata dari minimnya pelayanan kesehatan di desa. Beberapa waktu lalu, seorang siswa sekolah dasar mengalami kecelakaan saat berada di lingkungan sekolah. Karena tidak ada tenaga kesehatan yang dapat memberikan pertolongan pertama, korban harus dibawa langsung ke Puskesmas PUT yang jaraknya cukup jauh untuk mendapatkan penanganan medis.

“Jika ada bidan desa atau tenaga kesehatan yang siaga di Poskesdes, penanganan awal terhadap korban dapat dilakukan lebih cepat sebelum dirujuk ke fasilitas kesehatan yang lebih lengkap apabila diperlukan,” tambah dia.

Atas kondisi tersebut, masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong melalui Dinas Kesehatan segera mengambil langkah konkret dengan menempatkan tenaga kesehatan tetap di Desa Air Kati.

Karena Hasan menilai, kehadiran bidan desa bukan hanya penting untuk pelayanan persalinan, tetapi juga menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan dasar, mulai dari pemeriksaan ibu dan anak, penanganan penyakit ringan, pemberian edukasi kesehatan, hingga pelayanan kegawatdaruratan awal bagi masyarakat desa.

“Kami berharap pemerintah daerah segera menugaskan bidan desa di Air Kati. Masyarakat desa juga berhak memperoleh pelayanan kesehatan yang cepat, mudah, dan setara dengan desa-desa lain di Kabupaten Rejang Lebong. Jangan sampai masyarakat harus terus menempuh perjalanan jauh hanya untuk mendapatkan pelayanan kesehatan dasar,” pungkasnya.

Keluhan warga Desa Air Kati ini menjadi gambaran bahwa pemerataan tenaga kesehatan di wilayah pedesaan masih menjadi tantangan yang perlu mendapat perhatian serius. Di tengah upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan nasional, ketersediaan tenaga kesehatan di desa-desa terpencil menjadi faktor penting agar seluruh masyarakat dapat memperoleh hak yang sama atas pelayanan kesehatan yang layak. (JP)

- Advertisement -

Ikuti kami di:

spot_img

Ingin update berita terbaru dari Aspirasi Terkini langsung di WhatsApp? Gabung ke channel kami klik disini

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

NEWS UPDATE

Tampil Beda, Warga Banyumas Semarakkan HUT RI ke-81 dengan Tema MBG: Angkat Nilai Perjuangan...

0
REJANGLEBONG, ASPIRASITERKINI.COM - Ada yang berbeda pada perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) di Kelurahan Banyumas, Kecamatan Curup Tengah, Kabupaten...

Warga Kesambe Lama Kenalkan Kearifan Lokal Lewat Karnaval dan Festival Budaya HUT RI ke-81

0
REJANGLEBONG, ASPIRASITERKINI.COM -Ribuan warga Desa Kesambe Lama, Kecamatan Curup Timur, Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu, tumpah ruah mengikuti Karnaval dan Festival Budaya dalam rangka memeriahkan...

Karnaval Kemerdekaan MIM 10 Karang Anyar Inspirasi Ribuan Warga, Tiga Wilayah Kini Kompak Berkolaborasi...

0
REJANGLEBONG, ASPIRASITERKINI.COM - Kegiatan karnaval yang kerap dilaksanakan Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah (MIM) 10 Karang Anyar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik...

follow sosial media kami

13,000FansSuka
869PengikutMengikuti
10PengikutMengikuti
13,000PengikutMengikuti
15PengikutMengikuti
56PelangganBerlangganan

Rejang Lebong

Bupati Rejang Lebong Ikuti Rakornas Hilirisasi Perkebunan di Kementan

0
REJANGLEBONG, ASPIRASITERKINI.COM - Bupati Rejang Lebong, H. Muhammad Fikri Thobari, S.E, M.A.P mengikuti Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Percepatan Pelaksanaan Program Hilirisasi Komoditas Prioritas Perkebunan...

Kepahiang

PIKK PLN Indonesia Power dan LAZ An Nur Salurkan Beasiswa untuk...

0
KEPAHIANG, ASPIRASITERKINI.COM - Bentuk kepedulian terhadap pendidikan kembali ditunjukkan oleh PT PLN Indonesia Power UBP Bengkulu dengan kolaborasi PIKK PLN Indonesia Power Pusat bersama...

Bengkulu

PLN Indonesia Power UBP Bengkulu Gelar Upacara HUT ke-81 RI: Teguhkan Komitmen, Jaga Keandalan Energi, dan Dukung Pendidikan Generasi Muda

BENGKULU, ASPIRASITERKINI.COM - Semangat kemerdekaan tidak hanya dirayakan melalui seremoni, tetapi juga diwujudkan melalui kontribusi nyata bagi negeri. Semangat tersebut tercermin dalam peringatan Hari...

SMKN 1 Rejang Lebong Jembatani Kerja Sama Pemprov Bengkulu dengan VIVA College Indonesia, Menuju Pendidikan Bertaraf Internasional

BENGKULU, ASPIRASITERKINI.COM - Upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan memperluas akses pendidikan internasional bagi generasi muda Bengkulu terus diperkuat. Salah satunya melalui...

Dikbud Provinsi Bengkulu Siapkan Lulusan SMA/SMK Tembus Kampus Dunia, Beasiswa ke China hingga Karier Internasional

BENGKULU, ASPIRASITERKINI.COM - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui program pendidikan berorientasi global. Setelah berhasil...

Hukum & Kriminal

Berita Nasional

Berita Desa

Latest News

Banner BlogPartner Backlink.co.id