“Bupati adalah pelayan bagi masyarakat. Dengan hadir langsung di desa, kami bisa menyerap aspirasi warga secara nyata serta memberikan solusi yang lebih cepat,” ujar bupati.
Dia juga menambahkan, selama ini komunikasi dengan masyarakat telah terbuka melalui layanan WhatsApp pribadinya yang aktif 24 jam.
Namun meski begitu tambah dia, bertemu dengan warga di desa kelurahan secara langsung adalah solusi yang sangat bagus untuk mendengar aspirasi masyarakat.
“WA saya selalu aktif. Setiap laporan masyarakat saya baca dan langsung saya respon. Tapi bertemu langsung adalah kerinduan bagi saya. Dengan Bunga Desa, semua OPD juga ikut turun sehingga masalah bisa ditangani bersama-sama,” ujarnya.
Dalam kegiatan perdana itu, bupati juga menggelar dialog terbuka dengan warga, bahkan sejumlah persoalan muncul, mulai dari sarana prasarana, pendidikan, kesehatan, bantuan sosial, hingga pengelolaan sampah.























