REJANGLEBONG, ASPIRASITERKINI.COM – Kegiatan karnaval yang kerap dilaksanakan Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah (MIM) 10 Karang Anyar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia kini mulai meluas ke tengah masyarakat.
Jika sebelumnya karnaval kemerdekaan hanya digelar oleh MIM 10 Karang Anyar, tahun ini kegiatan tersebut berkembang menjadi agenda kolaboratif yang melibatkan masyarakat dari tiga wilayah di sekitar madrasah. Mulai dari wilayah Kelurahan Karang Anyar, Desa Kampung Delima, dan Desa Kesambe Lama Kecamatan Curup Timur.
Kolaborasi tersebut membuat suasana perayaan kemerdekaan tahun ini berlangsung jauh lebih meriah. Ribuan warga dari berbagai kalangan ikut ambil bagian dengan menampilkan beragam busana, atribut, serta kreasi unik dan menarik yang menjadi tontonan tersendiri bagi masyarakat.
Kegiatan karnaval yang digelar secara serentak pada Sabtu, 22 Agustus 2026 tersebut secara resmi dibuka oleh Plt. Bupati Rejang Lebong, Dr. H. Hendri Paraja, S.STP., M.Si. dengan dipusatkan di panggung yang berada di wilayah Desa Kesambe Lama.
Dari pantauan Aspirasi Terkini di lapangan, kemeriahan terlihat sejak sebelum peserta mulai bergerak dari titik keberangkatan masing-masing. Warga tampak antusias menyaksikan rombongan karnaval yang hadir dengan beragam penampilan, mulai dari pakaian bernuansa kemerdekaan hingga kostum kreatif yang mencerminkan semangat kebersamaan.
Menariknya, meskipun kegiatan kali ini mengusung konsep kolaborasi tiga wilayah, pelaksanaan karnaval tetap memiliki tiga titik awal atau lokasi start. Masing-masing desa dan kelurahan memiliki penanggung jawab dalam pelaksanaan di wilayahnya, namun seluruh rangkaian kegiatan menyatu dalam semangat yang sama, yakni memeriahkan HUT Kemerdekaan RI sekaligus mempererat hubungan antar warga.
Kepala MIM 10 Karang Anyar, Burhan Fajri, S.Pd.I., menyampaikan rasa syukur karena kegiatan karnaval yang selama ini secara rutin dilaksanakan pihak madrasah ternyata mampu menginspirasi masyarakat di lingkungan sekitar.
“Alhamdulillah, jika karnaval kemerdekaan yang kerap kita laksanakan rutin setiap tahun ini bisa menjadi inspirasi bagi masyarakat secara luas di wilayah Kelurahan Karang Anyar, Desa Kesambe Lama, maupun Desa Kampung Delima,” ujar Burhan.
Menurut dia, pelaksanaan karnaval tahun ini memiliki skala yang lebih besar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Tidak hanya dari sisi jumlah peserta, kemeriahan juga terlihat dari keterlibatan masyarakat yang semakin luas.
“Berbeda dengan tahun sebelumnya, kali ini karnaval yang dilaksanakan di wilayah Karang Anyar dan sekitarnya lebih besar dan lebih meriah,” lanjutnya.
Burhan menjelaskan, konsep kolaborasi yang diterapkan tahun ini menjadi salah satu hal yang membedakan kegiatan tersebut dengan pelaksanaan sebelumnya. Meskipun terdapat tiga titik keberangkatan dan masing-masing wilayah memiliki penanggung jawab, seluruh peserta membawa semangat yang sama untuk menyemarakkan peringatan kemerdekaan.
“Kegiatan karnaval kali ini konsepnya kolaborasi tiga wilayah dan MIM 10 Karang Anyar. Ada tiga titik tempat start pelaksanaan karnavalnya, serta penanggung jawabnya masing-masing desa dan kelurahan,” jelasnya.
Dia berharap, pola kolaborasi tersebut tidak berhenti pada pelaksanaan tahun ini. Menurutnya, kegiatan serupa sangat memungkinkan untuk dikembangkan menjadi agenda tahunan dengan cakupan peserta dan wilayah yang lebih luas.
“Kita berharap ke depannya, kegiatan kolaborasi seperti ini bisa dilakukan setiap tahun dan bisa lebih luas lagi, seperti sebelumnya di tingkat kabupaten. Karena kalau untuk MIM 10 sendiri, tentu akan tetap melaksanakan kegiatan karnaval kemerdekaan ini meski melaksanakan secara mandiri,” tegas Burhan.
Lebih dari sekadar perayaan dan hiburan, Burhan menilai karnaval kemerdekaan memiliki nilai pendidikan dan sosial yang penting, khususnya dalam menanamkan rasa nasionalisme kepada generasi muda.
Dia juga berharap, kegiatan tersebut dapat menjadi ruang untuk memperkuat semangat persatuan, kebersamaan, kreativitas, dan gotong royong, tidak hanya bagi para siswa dan guru MIM 10 Karang Anyar, tetapi juga bagi seluruh masyarakat yang terlibat.
“Kita juga berharap, melalui kegiatan karnaval ini semangat nasionalisme dan kekompakan semakin tertanam bagi para siswa dan guru maupun warga setempat,” pungkasnya.
Karnaval kemerdekaan yang kini berkembang dari kegiatan rutin MIM 10 Karang Anyar menjadi agenda kolaboratif tiga wilayah tersebut menjadi gambaran bahwa sebuah kegiatan sederhana yang digelar secara konsisten dapat berkembang menjadi gerakan bersama di tengah masyarakat.
Semangat kemerdekaan pun tidak sekadar diwujudkan melalui kemeriahan kostum dan arak-arakan, tetapi juga melalui kebersamaan warga, keterlibatan generasi muda, serta kolaborasi lintas wilayah. Jika konsistensi tersebut terus dijaga, bukan tidak mungkin karnaval kolaboratif di kawasan Karang Anyar dan sekitarnya dapat menjadi salah satu tradisi tahunan yang semakin besar dan menjadi bagian dari wajah perayaan kemerdekaan di Kabupaten Rejang Lebong. (NAC)


























