REJANGLEBONG, ASPIRASITERKINI.COM –Ribuan warga Desa Kesambe Lama, Kecamatan Curup Timur, Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu, tumpah ruah mengikuti Karnaval dan Festival Budaya dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Sabtu 22 Agustus 2026.
Bukan sekadar perayaan kemerdekaan, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk memperkenalkan kekayaan kearifan lokal, keberagaman budaya, bahasa, profesi, hingga potensi ekonomi masyarakat desa kepada khalayak luas.
Sebanyak 33 regu ambil bagian dalam kegiatan yang mengusung tema “Satu Rasa, Satu Jiwa, Guyub Bersama”. Peserta terdiri dari 21 regu karnaval yang mewakili tiga dusun, enam kelompok ogoh-ogoh, serta enam tim horeg.
Selain itu kegiatan secara resmi dilepas oleh Plt Bupati Rejang Lebong, Dr. H. Hendri, SSTP, MSi, sekitar pukul 09.00 WIB. Prosesi pelepasan ditandai dengan pemukulan gong dan pengibaran bendera start.
Koordinator Panitia Pelaksana Karnaval dan Festival Budaya Desa Kesambe Lama, Hidayatullah mengatakan, kegiatan tersebut memiliki makna yang jauh lebih besar daripada sekadar pertunjukan karnaval.

“Momentum ini bukan hanya sekadar karnaval, tetapi wujud untuk mengikat semangat gotong royong dan membangun rasa kekeluargaan masyarakat,” ujar Hidayatullah.
Menurut dia, kegiatan tersebut sekaligus menjadi sarana untuk mengkampanyekan berbagai potensi yang dimiliki Desa Kesambe Lama. Mulai dari kearifan lokal, budaya, keberagaman suku dan bahasa, hingga profesi masyarakat yang menjadi kekuatan sosial dan ekonomi desa.
Salah satu potensi yang ingin diperkenalkan, kata Hidayatullah, adalah kehidupan masyarakat Kesambe Lama yang mayoritas berprofesi sebagai petani dan peternak.
“Catatan menunjukkan populasi hewan ternak di Kesambe Lama mencapai lebih dari ribuan ekor. Ini menunjukkan bahwa desa kami memiliki potensi yang besar sebagai salah satu sentra peternakan,” kata dia.
Karena itu, setiap dusun dan gang didorong menampilkan kreativitas terbaik mereka. Beragam kostum, atraksi seni, ogoh-ogoh dan pertunjukan lainnya menjadi bagian dari perayaan yang disaksikan antusias masyarakat di sepanjang jalur karnaval.
Dimana rute karnaval dimulai dari kawasan panggung kehormatan di Desa Kesambe Lama, kemudian bergerak menuju wilayah Desa Kampung Delima hingga Karang Anyar. Disitu warga terlihat memadati pinggir jalan untuk menyaksikan penampilan para peserta.
Hidayatullah berharap, kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai agenda perayaan HUT RI tahun ini. Dia ingin Karnaval dan Festival Budaya Kesambe Lama berkembang menjadi agenda tahunan yang menjadi hajat besar masyarakat.
“Harapan kita ke depan acara ini dapat dilanjutkan sebagai hajat besar masyarakat setiap tahun. Bahkan kita berharap pemerintah dapat mengagendakannya menjadi kegiatan di tingkat kabupaten,” ujarnya.
Sementara itu Plt Bupati Rejang Lebong, Hendri Praja mengapresiasi kolaborasi masyarakat, tim pelaksana, pemerintah desa dan karang taruna dalam menyelenggarakan kegiatan tersebut.
Menurut dia, antusiasme warga menunjukkan bahwa masyarakat memiliki kepedulian besar terhadap pelestarian adat dan budaya daerah.
“Event ini merupakan wujud dukungan nyata masyarakat terhadap pemerintah daerah dalam melestarikan adat dan budaya daerah,” kata Hendri.
Dia menilai, kreativitas peserta tidak hanya memperlihatkan keberagaman seni dan budaya, tetapi juga mampu mengangkat potensi desa yang selama ini hidup dan berkembang di tengah masyarakat.
Hendri juga mengajak seluruh peserta Karnaval dan Festival Budaya Kesambe Lama, untuk berpartisipasi dalam Gebyar Semarak Merah Putih yang akan digelar di Rejang Lebong pada November 2026. Kegiatan tersebut akan dilaksanakan bersama Pemerintah Provinsi Bengkulu dan berskala provinsi.
“Atas dasar itu, saya mengundang tim karnaval dan festival budaya ini untuk mengikuti Gebyar Semarak Merah Putih. Kita berharap Rejang Lebong mampu merebut posisi juara dalam event ini,” singkatnya.
Untuk diketahui, kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua DPRD Rejang Lebong Juliansyah Yayan bersama istri, Ketua TP PKK Rejang Lebong dr. Melka Novera Sari, SpN, Asisten I Setdakab Bobby Harpa Santana, SSTP, MSi bersama istri, Kepala Dinas Pariwisata Riky Irawan, S.Sos, MSi, Camat Curup Timur Helvin Elkaredo, SE, serta Kepala Desa Kesambe Lama Darwantoni beserta jajaran perangkat desa.
Melalui festival ini, masyarakat Kesambe Lama tidak hanya merayakan kemerdekaan, tetapi juga menunjukkan bahwa desa memiliki kekayaan budaya dan potensi ekonomi yang layak diperkenalkan lebih luas.
Dari budaya hingga peternakan, dari keberagaman masyarakat hingga semangat gotong royong, semuanya berpadu dalam satu perayaan: merawat identitas lokal sekaligus membangun kebersamaan untuk masa depan desa. (NAC)


























