
“Untuk menerapkan rancangan tersebut di tahun depan, kami harapkan akhir Desember 2023 mendatang APBDes 105 desa sudah tuntas seluruhnya. Karena untuk merealisasikan gaji Kades dan perangkat desa, itu berasal dari APBDes di desa masing-masing. Hal itu juga kami lakukan, agar tidak ada tunggakan terhadap Siltap kades dan perangkat kedepannya nanti,” jelas Iwan.
Iwan juga menambahkan, melalui anggaran 30 persen APBDes (DD/ADD, red) di setiap desa yang digunakan untuk membayar Siltap Kades dan perangkat desa. Nanti akan dipisahkan dari anggaran yang lainnya, sehingga bisa dibayarkan setiap bulan.
“Kita akan upayakan setiap bulan Kades dan perangkat desa bisa gajian, sama halnya dengan ASN Kepahiang. Untuk itu kami berharap, supaya akhir Desember nanti APBDes tuntas dan gaji per Januari 2024 bisa direalisasikan cepat,” tandasnya. (PB)























