KEPAHIANG, ASPIRASITERKINI.COM – Senyum lega kini mulai terlihat di wajah masyarakat Kecamatan Muara Kemumu, Kabupaten Kepahiang, Bengkulu. Setelah bertahun-tahun hidup dalam kekhawatiran akibat kondisi jembatan yang rusak parah dan membahayakan, akses penghubung vital di kawasan Talang Air Punggur, Talang Air Berus hingga Desa Batu Bandung akhirnya selesai diperbaiki.
Bagi masyarakat setempat, jembatan tersebut bukan sekadar sarana penyeberangan biasa. Infrastruktur itu menjadi urat nadi aktivitas warga yang menopang roda ekonomi, pendidikan, hingga mobilitas harian masyarakat di wilayah pedesaan.
Sebelum diperbaiki, kondisi jembatan sangat memprihatinkan. Lantai jembatan yang rusak hanya menyisakan sebilah papan sempit sebagai pijakan. Warga yang melintas harus ekstra hati-hati karena di bawah jembatan mengalir sungai dengan arus deras yang sewaktu-waktu dapat mengancam keselamatan.
Bahkan setiap hari, para petani kopi terpaksa mempertaruhkan nyawa demi membawa hasil panen keluar dari kebun. Tidak hanya itu, anak-anak sekolah yang melintasi jembatan tersebut untuk menuju sekolah juga dihantui rasa takut setiap kali menyeberang.
Kondisi tersebut akhirnya mendapat perhatian dari jajaran TNI. Perbaikan jembatan diinisiasi oleh Komandan Kodim 0409/Rejang Lebong, Letkol Inf Agung Lewis Oktorada, melalui Babinsa Koramil 409-10 Bermani Ilir. Ini setelah beliau menerima laporan dan keluhan dari masyarakat terkait kerusakan jembatan yang sudah berlangsung cukup lama.
Langkah cepat itu dilakukan sebagai bentuk kepedulian TNI terhadap kebutuhan masyarakat, khususnya dalam memastikan akses transportasi warga kembali aman dan layak digunakan.
Dengan adanya perbaikan tersebut, kini aktivitas masyarakat mulai kembali normal. Para petani dapat mengangkut hasil bumi dengan lebih mudah dan aman, sementara anak-anak sekolah tidak lagi harus menantang bahaya saat berangkat menuntut ilmu.
Kepala Desa Batu Bandung, Iwan Terabas, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada TNI, khususnya Kodim 0409/Rejang Lebong, yang dinilai cepat merespons keluhan masyarakat di wilayahnya.
“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada TNI, terutama Dandim 0409/Rejang Lebong yang telah mendengarkan keluhan masyarakat terkait kondisi jembatan ini. Jembatan ini merupakan akses utama masyarakat di tiga talang di Kecamatan Muara Kemumu dan menjadi jalur penting bagi aktivitas ekonomi warga,” ujar Iwan.
Dia menjelaskan, selama bertahun-tahun warga terpaksa bertahan dengan kondisi jembatan yang rusak berat. Banyak masyarakat yang merasa waswas saat melintas karena hanya mengandalkan papan kecil sebagai pijakan, sementara arus sungai di bawah cukup deras.
Menurutnya, keberadaan jembatan tersebut sangat penting, tidak hanya bagi masyarakat lokal tetapi juga bagi para petani dari wilayah lain yang memiliki lahan perkebunan di kawasan Muara Kemumu.
“Sekarang masyarakat merasa jauh lebih tenang. Kami berharap jembatan ini dapat dimanfaatkan dengan baik dan menjadi penyemangat bagi warga untuk terus meningkatkan aktivitas ekonomi,” tandasnya.
Perbaikan jembatan ini sekaligus menjadi bukti nyata sinergi antara aparat dan masyarakat dalam menjawab persoalan di daerah. Kehadiran TNI di tengah masyarakat dinilai bukan hanya menjaga keamanan, tetapi juga hadir memberikan solusi terhadap kebutuhan dasar warga.
Bagi masyarakat Muara Kemumu, jembatan tersebut kini menjadi simbol harapan baru. Bukan hanya menghubungkan satu wilayah dengan wilayah lainnya, tetapi juga menghubungkan harapan warga terhadap akses ekonomi yang lebih baik, keselamatan yang lebih terjamin, dan masa depan pendidikan anak-anak yang lebih aman. (JP)

























