REJANGLEBONG, ASPIRASITERKINI.COM – Kodim 0409/Rejang Lebong mengambil langkah cepat dalam menangani jalan amblas di Kelurahan Talang Rimbo Baru, Kecamatan Curup Tengah. Perbaikan jalan yang sebelumnya menjadi perhatian masyarakat itu kini resmi ditangani langsung oleh jajaran TNI bersama warga setempat.
Keputusan tersebut disepakati setelah pertemuan antara Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong dan Kodim 0409/Rejang Lebong. Penegasan itu disampaikan saat Dandim 0409/Rejang Lebong Letkol Inf Agung Lewis Oktorada, M.Tr.Opsla bersama Plt Bupati Rejang Lebong Dr. Hendri Praja, S.STP, M.Si dengan melakukan peninjauan langsung ke lokasi pada Selasa 19 Mei 2026 pagi.
Plt Bupati Rejang Lebong Hendri Praja mengapresiasi langkah cepat Kodim yang bersedia mengambil alih pekerjaan perbaikan jalan vital tersebut. Menurutnya, pembahasan mengenai penanganan jalan amblas itu sempat dibicarakan bersama Dandim saat rapat TAPD di Kantor Pemda.
“Alhamdulillah, Pak Dandim bersedia membantu melakukan perbaikan permanen dengan membangun plat deker untuk mengatasi jalan yang ambles ini,” ujar Hendri.
Dia menjelaskan, bukan hanya tenaga dan pelaksanaan pekerjaan yang dibantu oleh Kodim, tetapi juga anggaran pembangunan seluruhnya berasal dari pihak Kodim 0409/Rejang Lebong. Dengan demikian, dana APBD yang sebelumnya dialokasikan untuk perbaikan jalan tersebut dapat dialihkan untuk kebutuhan pembangunan lainnya.
“Perbaikan jalan amblas akan dilakukan dengan cara memasang plat deker secara permanen. Semua anggarannya ditanggung oleh Kodim 0409/Rejang Lebong,” tutur Hendri.
Sementara itu, Dandim 0409/Rejang Lebong Letkol Inf Agung Lewis Oktorada mengatakan, proses pengerjaan akan dilakukan secara swadaya dan melibatkan masyarakat melalui kegiatan gotong royong.
“Besok pekerjaan sudah mulai dilaksanakan. Saya berharap pihak kecamatan dan kelurahan dapat mengajak masyarakat ikut bergotong royong agar pengerjaan berjalan lancar,” tegasnya.
Sekedar informasi, plat deker yang akan dibangun memiliki panjang sekitar 2,5 meter dengan bentang mencapai 5 meter. Adapun estimasi biaya pembangunan fisik diperkirakan mencapai Rp200 juta. (JP)

























