“Tidak hanya pertanian, sektor pariwisata juga memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Kekayaan alam dan karakteristik wilayah Kepahiang dapat menjadi modal dalam menciptakan destinasi wisata yang lebih kompetitif sekaligus membuka peluang usaha dan lapangan pekerjaan bagi masyarakat,” sampainya.
Namun, menurut dia, pembangunan tidak cukup hanya mengejar pertumbuhan ekonomi. Peningkatan kesejahteraan masyarakat harus tetap menjadi ukuran utama keberhasilan pembangunan daerah.
Karena itu, persoalan kemiskinan, pemerataan pembangunan, kualitas infrastruktur, pendidikan dan kesehatan perlu mendapat perhatian secara berkelanjutan. Program pemerintah harus dipastikan tidak hanya terkonsentrasi di pusat perkotaan, tetapi juga mampu menjangkau masyarakat di wilayah pelosok.
“Dalam hal ini, DPRD Kepahiang memiliki peran penting melalui fungsi legislasi, penganggaran dan pengawasan. Setiap kebijakan dan program pembangunan pemerintah daerah perlu dikawal agar tepat sasaran, efektif serta benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” tuturnya.
Selain itu lanjutnya, penyampaian arah kebijakan fiskal nasional melalui Nota Keuangan dan RUU APBN 2027 juga menjadi perhatian tersendiri. DPRD bersama pemerintah daerah perlu mencermati kebijakan tersebut untuk menyesuaikan perencanaan pembangunan daerah dengan kondisi fiskal dan prioritas nasional.























