REJANGLEBONG, ASPIRASITERKINI.COM – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu, terus menggencarkan pembinaan terhadap satuan pendidikan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas layanan dan mutu pendidikan di daerah.
Pembinaan saat ini difokuskan pada jenjang Sekolah Dasar (SD) yang tersebar di 15 kecamatan. Pada pekan ini, Disdikbud memusatkan kegiatan pembinaan di sejumlah SD yang berada di wilayah PUT dan sekitarnya.
Kepala Disdikbud Rejang Lebong, Zakaria Efendi, M.Pd., mengatakan, pembinaan tersebut tidak hanya menyasar aspek administrasi sekolah, tetapi juga diarahkan untuk mendorong guru dan tenaga kependidikan (tendik) agar semakin profesional dalam menjalankan tugasnya.
Menurut Zakaria, profesionalisme guru dan tendik harus tercermin dalam berbagai aspek, mulai dari kedisiplinan, keaktifan dalam menjalankan tugas, kehadiran maupun absensi, hingga tanggung jawab dalam memberikan pelayanan pendidikan kepada peserta didik.
“Guru dan tendik harus lebih profesional di setiap aspek. Mulai dari kedisiplinan, keaktifan, absensi dan sebagainya,” ujar Zakaria.
Dia menegaskan, pembinaan tersebut menjadi salah satu langkah Disdikbud untuk memastikan proses pendidikan di setiap sekolah berjalan secara optimal. Sebab, peningkatan kualitas pendidikan tidak hanya bergantung pada sarana dan prasarana, tetapi juga pada kualitas sumber daya manusia yang berada di dalamnya.
“Selain memperkuat profesionalisme tenaga pendidik, kita juga mendorong setiap sekolah untuk meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan sekaligus menggali potensi siswa agar mampu mencetak berbagai prestasi,” tutur Zakaria.
Dia juga menegaskan, langkah tersebut dinilai penting untuk menciptakan pemerataan jumlah peserta didik di setiap satuan pendidikan. Dengan semakin banyak sekolah yang memiliki keunggulan di bidang masing-masing, masyarakat diharapkan memiliki lebih banyak pilihan dalam menentukan sekolah bagi anak-anak mereka.
“Harapan kita, mutu dan kualitas pendidikan terus meningkat, begitu juga prestasi siswa. Dengan begitu, ke depan tidak ada lagi sekolah yang kekurangan siswa,” jelasnya.
Zakaria menilai, setiap sekolah perlu memiliki keunggulan yang dapat menjadi daya tarik tersendiri. Keunggulan tersebut bisa berasal dari bidang akademik maupun non akademik, sehingga prestasi yang dihasilkan tidak hanya mengangkat nama siswa, tetapi juga meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap sekolah.
Di sisi lain, Disdikbud juga mulai mendorong guru dan tendik agar semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi. Menurut Zakaria, kemampuan menggunakan teknologi saat ini bukan lagi sekadar tambahan, melainkan sudah menjadi kebutuhan dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pendidikan.
Terlebih, berbagai proses pengusulan maupun pelaporan kegiatan, mulai dari tingkat daerah hingga tingkat nasional, kini semakin banyak dilakukan melalui sistem digital.
“Kita juga berharap ke depan para guru dan tendik lebih melek digitalisasi. Karena untuk pengusulan serta kegiatan lainnya, baik di daerah hingga tingkat nasional, sudah berbasis digital,” kata dia.
Setelah rangkaian pembinaan pada jenjang SD selesai dilaksanakan, Disdikbud Rejang Lebong berencana melanjutkan kegiatan serupa pada jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Pembinaan secara berkelanjutan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi mampu mendorong perubahan dalam pengelolaan sekolah, peningkatan kedisiplinan tenaga pendidik, kualitas pembelajaran, hingga capaian prestasi peserta didik.
Bersamaan dengan penguatan pembinaan tersebut, Disdikbud Rejang Lebong juga meluncurkan inovasi pelayanan publik berupa Sistem Informasi Layanan Terpadu (Silat) Dikbud.
Inovasi tersebut dirancang untuk memangkas alur birokrasi dalam pelayanan di lingkungan Disdikbud. Melalui sistem berbasis digital itu, guru maupun tenaga kependidikan nantinya dapat memanfaatkan layanan tanpa harus melalui proses birokrasi yang panjang secara konvensional.
“Selain memberikan pembinaan, kita juga melaksanakan launching inovasi pelayanan publik Silat Dikbud untuk memperpendek birokrasi. Jadi guru maupun tendik bisa menggunakan Silat melalui digital,” pungkasnya.
Melalui kombinasi pembinaan sumber daya manusia dan transformasi pelayanan berbasis digital tersebut, Disdikbud Rejang Lebong berharap tata kelola pendidikan di daerah semakin efektif, profesional dan responsif terhadap perkembangan zaman.
Upaya itu sekaligus menjadi bagian dari langkah jangka panjang untuk membangun sekolah yang tidak hanya tertib secara administrasi, tetapi juga memiliki tenaga pendidik yang profesional, layanan yang semakin mudah, serta peserta didik yang mampu berkembang dan berprestasi. (NAC)

























