Heny mengatakan, pihak keluarga telah membawa Y ke RSUD Rejang Lebong untuk menjalani pemeriksaan medis sekaligus keperluan visum. Keluarga juga berkonsultasi dengan dokter spesialis mata guna memastikan kondisi mata korban setelah dugaan pemukulan tersebut.
“Atas kejadian itu, kami langsung membawa anak kami ke RSUD untuk keperluan visum. Selain itu, kami juga akan berkoordinasi dengan dokter spesialis mata untuk memeriksa kondisi matanya,” ungkapnya.
Menurut Heny, siswa yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut juga duduk di kelas VIII, tetapi berbeda kelas dengan anaknya. Dia mengaku memperoleh informasi bahwa salah seorang siswa yang mengeroyok anaknya diketahui sering terlibat perkelahian.
Namun, dugaan keterlibatan masing-masing siswa dalam peristiwa tersebut masih perlu ditelusuri lebih lanjut untuk memastikan kronologi dan pihak-pihak yang bertanggung jawab.
Heny juga mengungkapkan, dugaan perundungan terhadap anaknya bukan kali pertama terjadi. Berdasarkan cerita Y, kejadian serupa disebut telah beberapa kali dialami sebelumnya, meskipun tingkat keparahannya tidak seperti peristiwa yang terjadi saat ini.























