“Kami berharap pihak berwenang dapat menelusuri kejadian tersebut secara menyeluruh, termasuk dugaan keterlibatan sejumlah siswa serta informasi mengenai peristiwa serupa yang disebut pernah dialami korban sebelumnya,” harapnya.
Sementara itu, Kepala SMPN 1 Rejang Lebong, Rachmawati, saat dikonfirmasi mengaku belum menerima laporan mengenai dugaan perundungan yang dialami Y. Saat ini dia tengah berada di luar kota untuk menemani anaknya yang tengah menjalani operasi usus buntu.
“Saya belum mendapat laporan terkait hal itu. Namun, saya akan meminta guru BK agar dapat bertemu langsung dengan orang tua siswa yang diduga menjadi korban perundungan untuk mengetahui seperti apa kejadiannya,” ujarnya singkat melalui via WhatsApp.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa pihak sekolah berencana menindaklanjuti informasi yang disampaikan keluarga korban melalui koordinasi dengan guru BK dan orang tua siswa. (NAC)























