REJANGLEBONG, ASPIRASITERKINI.COM – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS RI) bersama Yayasan Swarna Bhumi Nusantara menghadirkan Pesantren Jalan Cahaya bagi komunitas marjinal di Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu. Kegiatan pesantren tersebut digelar di Sekretariat Yayasan Swarna Bhumi Nusantara pada tanggal 25 dan 26 Februari 2026, dengan diikuti oleh 118 peserta dari kalangan penyandang disabilitas dan kelompok rentan.
Program pembinaan intensif dua hari satu malam ini merupakan bagian dari rangkaian Program Ramadan 1447 H yang digelar di 20 titik se-Indonesia.
PIC Program Pesantren Marjinal Cahaya Ramadan 1447 H, M. Reno Fathur Rahman dalam sambutannya menyampaikan, program ini menyasar masyarakat yang selama ini memiliki keterbatasan akses terhadap pembinaan keagamaan formal, khususnya penyandang disabilitas serta korban penyalahgunaan napza yang masih menghadapi stigma dan diskriminasi sosial.
Melalui pendekatan persuasif dan humanis, pesantren ini dihadirkan sebagai ruang aman untuk memperkuat keimanan, membangun karakter, serta menumbuhkan kembali rasa percaya diri dan harapan hidup peserta.
Dia juga menuturkan, program ini merupakan bagian dari strategi optimalisasi zakat untuk penguatan spiritual dan pemulihan sosial masyarakat rentan menjelang Ramadan.
“Zakat tidak hanya berdimensi ekonomi, tetapi juga membangun ketahanan spiritual dan sosial mustahik,” ujarnya.
Sementara itu Ketua Yayasan Swarna Bhumi Nusantara, Nando Caisar Utama, menambahkan, kolaborasi ini diharapkan menjadi ruang silaturahmi yang positif dan membangkitkan semangat baru bagi peserta.
“Melalui Pesantren Jalan Cahaya ini, kita menegaskan komitmen menghadirkan dakwah yang inklusif, berkelanjutan, dan berdampak nyata,” singkatnya.
Untuk diketahui, selama kegiatan peserta mengikuti kajian keislaman, ibadah bersama, sesi motivasi, refleksi potensi diri, serta menerima bantuan dan santunan. Program ini juga menjadi pintu masuk pembinaan berkelanjutan melalui pendekatan Zakat Community Development, sehingga penguatan spiritual yang dibangun dapat diperkuat dengan pemberdayaan ekonomi dan sosial ke depan. (rls)

























