Belanja pegawai menjadi komponen terbesar dengan pagu Rp509,5 miliar dan telah terealisasi Rp303,3 miliar atau 59,5 persen. Capaian tersebut meningkat signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, antara lain dipengaruhi pembayaran Gaji ke-13 ASN pada Juni 2026.
“Pembayaran Gaji ke-13 tidak hanya bertujuan membantu kebutuhan pendidikan keluarga ASN menjelang tahun ajaran baru, tetapi juga memberikan efek berganda (multiplier effect) terhadap aktivitas ekonomi masyarakat,” jelas Iwan.
Sementara itu, realisasi belanja barang mencapai Rp58,8 miliar atau 40,2 persen dari pagu Rp146,3 miliar. Penurunan dibandingkan tahun sebelumnya dipengaruhi kebijakan efisiensi belanja kementerian/lembaga melalui strategi spending sharpening yang difokuskan pada program prioritas nasional.
“Di sisi lain, belanja modal baru terealisasi Rp16,8 miliar atau 35,9 persen dari pagu Rp46,9 miliar. Rendahnya penyerapan disebabkan belum optimalnya pelaksanaan proyek pada sejumlah satuan kerja, termasuk pembangunan di Loka POM Kabupaten Rejang Lebong dan Polres Lebong,” tutur Iwan.
Transfer ke Daerah Sentuh Rp956,4 Miliar, DAK Fisik Belum Ada Realisasi























