REJANGLEBONG, ASPIRASITERKINI.COM – Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Tipe A1 Curup yang mencakup 3 kabupaten hingga akhir Triwulan III 2026 tembus diangka Rp2,04 triliun, atau 78,31 persen dari total pagu anggaran sebesar Rp2,61 triliun.
Capaian hingga 30 September 2026 tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar alokasi belanja negara di wilayah kerja KPPN Curup telah direalisasikan. Penyaluran anggaran mencakup belanja pemerintah pusat, transfer ke daerah, hingga dana desa yang mendukung penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan.
Kepala KPPN Curup, Iwan Dwi Kuswoyo menyampaikan, realisasi belanja negara tercatat sebesar Rp2.043.458.055.979 dari pagu Rp2.609.587.115.000. Dengan demikian, tingkat penyerapan anggaran telah mencapai 78,31 persen hingga berakhirnya Triwulan III 2026.
“Dari total realisasi tersebut, transfer ke daerah dan dana desa menjadi komponen terbesar, yakni mencapai Rp1.468.832.639.675 atau 81,79 persen dari pagu Rp1.803.709.157.000,” ujarnya.
Sementara itu kata Iwan, belanja pemerintah pusat terealisasi sebesar Rp574.625.416.304 atau 71,30 persen dari pagu Rp805.877.958.000. Capaian tersebut memperlihatkan besarnya peran belanja negara dalam mendukung aktivitas pemerintahan, pembangunan daerah, dan penyediaan layanan publik di wilayah kerja KPPN Curup.
Dana Desa Tersalurkan 94,63 Persen
Iwan menegaskan, salah satu capaian yang menonjol adalah realisasi penyaluran dana desa. Hingga 30 September 2026, dana desa yang telah disalurkan mencapai Rp86.608.114.200 atau 94,63 persen dari pagu Rp91.525.218.000.
“Tingkat realisasi tersebut menunjukkan bahwa penyaluran dana desa telah mendekati keseluruhan alokasi anggaran yang tersedia pada tahun berjalan,” terangnya.
Iwan juga menjelaskan, dana desa memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan di tingkat desa, pemberdayaan masyarakat, serta pemenuhan kebutuhan pembangunan sesuai prioritas masing-masing desa.
Di sisi lain, transfer ke daerah tercatat terealisasi sebesar Rp1.033.410.291.313 dari pagu Rp1.712.183.939.000. Penyaluran ini menjadi bagian penting dari dukungan pemerintah pusat terhadap pembiayaan penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik di daerah.
“Secara keseluruhan, realisasi transfer ke daerah dan dana desa mencapai lebih dari Rp1,46 triliun. Angka ini menegaskan besarnya aliran belanja negara yang disalurkan untuk mendukung kebutuhan fiskal pemerintah daerah dan pembangunan di tingkat desa,” sampainya.
Belanja Pemerintah Pusat Capai Rp574,6 Miliar
Untuk belanja pemerintah pusat, realisasi hingga akhir Triwulan III 2026 mencapai Rp574,63 miliar atau 71,30 persen dari pagu Rp805,88 miliar.
Realisasi tersebut terdiri atas belanja pegawai sebesar Rp450.360.362.433 atau 73,58 persen dari pagu Rp612.048.015.000.
Selanjutnya, belanja barang mencapai Rp97.696.865.714 atau 67,46 persen dari pagu Rp144.820.111.000. Adapun belanja modal terealisasi sebesar Rp26.568.188.157 atau 54,21 persen dari pagu Rp49.009.832.000.
“Dari ketiga komponen tersebut, belanja pegawai mencatat realisasi terbesar secara nominal. Sementara itu, belanja modal masih memiliki ruang penyerapan lebih besar pada sisa tahun anggaran,” tegasnya.
Dalam laporan kinerja KPPN Curup, peningkatan belanja pegawai dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya antara lain dipengaruhi penggabungan satuan kerja baru dari lingkungan Kementerian Pertahanan sebagai mitra KPPN Curup pada 2026.
Adapun belanja modal mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kondisi tersebut dikaitkan dengan kebijakan efisiensi dan penyesuaian alokasi anggaran.
“Dengan memasuki Triwulan IV, percepatan pelaksanaan kegiatan dan belanja menjadi penting agar anggaran yang tersedia dapat dimanfaatkan sesuai perencanaan serta memberikan hasil optimal bagi masyarakat,” tutur Iwan.
Pendapatan Negara Tercatat Rp249,3 Miliar
Selain realisasi belanja tambahnya, kinerja pendapatan negara di wilayah kerja KPPN Curup juga menjadi bagian dari capaian pelaksanaan APBN.
Hingga Triwulan III 2026, pendapatan negara dan hibah tercatat sebesar Rp249.307.510.879. Realisasi tersebut mencapai 1.138,59 persen dari target Rp21.907.464.000.
Pendapatan tersebut berasal dari penerimaan perpajakan sebesar Rp212.824.057.890 dan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sebesar Rp36.483.452.989.
“Khusus PNBP, realisasinya mencapai 166,62 persen dari target Rp21.907.464.000,” pungkasnya.
Meski persentase realisasi pendapatan secara keseluruhan melampaui target, capaian tersebut perlu dilihat dengan mempertimbangkan besaran target penerimaan yang ditetapkan. Data dalam laporan juga mencatat adanya penurunan pendapatan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Secara umum, capaian realisasi APBN KPPN Curup hingga Triwulan III 2026 menunjukkan bahwa belanja negara telah mencapai lebih dari tiga perempat pagu anggaran, dengan penyaluran transfer ke daerah dan dana desa sebagai komponen utama.
Dengan realisasi belanja sebesar Rp2,04 triliun dan penyaluran dana desa yang telah mencapai 94,63 persen, pelaksanaan APBN di wilayah kerja KPPN Curup memasuki tahap penting menjelang penutupan tahun anggaran.
Optimalisasi sisa anggaran, ketepatan penyaluran, serta kualitas pelaksanaan program menjadi faktor penting agar APBN tidak hanya terealisasi secara administratif, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. (NAC)























