REJANGLEBONG, ASPIRASITERKINI.COM – Upaya Komando Distrik Militer (Kodim) 0409/Rejang Lebong dalam membantu masyarakat memperoleh akses air bersih terus diperluas. Setelah membangun sedikitnya 15 titik sumur bor di Kabupaten Rejang Lebong dan Kepahiang, TNI kini kembali menyiapkan pembangunan sarana air bersih di lingkungan sekolah.
Salah satunya direncanakan akan dibangun di SD Negeri 89 Rejang Lebong, yang berada di Desa Tanjung Beringin, Kelurahan Tunas Harapan, Kecamatan Curup Utara.
Rencana tersebut disampaikan Komandan Kodim (Dandim) 0409/Rejang Lebong, Letkol Inf Agung Lewis Oktorada, M.Tr.Opsla, saat menghadiri peresmian Jembatan ARMCO di Desa Pahlawan, Kamis 13 Agustus 2026.
Dandim mengatakan, pembangunan sumur bor di SDN 89 merupakan bagian dari komitmen Kodim 0409/Rejang Lebong yang tidak hanya membangun infrastruktur penghubung seperti jembatan, tetapi juga menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.
“Jadi, kita tidak hanya membangun jembatan saja, tetapi juga sarana air bersih. Insyaallah dalam waktu dekat kita akan membangun sarana air bersih di SDN 89,” ujar Dandim.
Bukan Program Sesaat, Sebelumnya Sudah 15 Titik Dibangun
Pembangunan sumur bor di SDN 89 tersebut sekaligus memperkuat rangkaian program penyediaan air bersih yang telah dijalankan Kodim 0409/Rejang Lebong sepanjang 2026.
Hingga saat ini, sudah ada 15 titik sumur bor yang telah dibangun di wilayah Kabupaten Rejang Lebong dan Kabupaten Kepahiang.
Dari jumlah tersebut, sembilan titik merupakan program bantuan Dandim 0409/Rejang Lebong, sementara enam titik lainnya dibangun melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD).
Sembilan titik yang menjadi program bantuan Dandim tersebar di dua kabupaten. Di Kabupaten Rejang Lebong, pembangunan dilakukan di Kelurahan Talang Rimbo Lama dan Desa Karang Baru.
Sementara di Kabupaten Kepahiang, sumur bor dibangun di Desa Taba Saling, Kecamatan Tebat Karai; Desa Benuang Galing, Kecamatan Seberang Musi; Desa Lubuk Penyamun, Kecamatan Merigi; Desa Gunung Agung dan Desa Muara Langkap, Kecamatan Bermani Ilir; serta Desa Kembang Seri, Kecamatan Bermani Ilir, yang mendapatkan dua titik.
Adapun enam titik lainnya dibangun melalui program TMMD di Desa Seguring, Kecamatan Curup Utara, Kabupaten Rejang Lebong.
Menurut Dandim, pembangunan tersebut merupakan bentuk kepedulian TNI terhadap kebutuhan paling mendasar masyarakat, terutama di wilayah yang masih menghadapi keterbatasan sumber air.
“Pembangunan sumur bor ini merupakan bentuk kepedulian dan upaya kami untuk membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan air bersih,” kata dia.
Dari Lingkungan Sekitar Rumah Warga hingga Lingkungan Sekolah
Jika sebelumnya pembangunan sumur bor banyak menyasar permukiman masyarakat, rencana pembangunan di SDN 89 menunjukkan bahwa kebutuhan air bersih juga menjadi perhatian di sektor pendidikan.
Ketersediaan air di sekolah bukan sekadar untuk memenuhi kebutuhan minum dan kebersihan. Sarana tersebut juga berkaitan dengan sanitasi, kebersihan lingkungan, kamar mandi, tempat wudu, serta berbagai aktivitas siswa dan guru selama berada di sekolah.
Karena itu, pembangunan sumur bor di lingkungan sekolah diharapkan memberikan manfaat langsung bagi aktivitas pendidikan sekaligus mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang lebih bersih dan sehat.
Langkah tersebut juga memperlihatkan bahwa program pembangunan Kodim 0409/Rejang Lebong diarahkan pada kebutuhan yang benar-benar bersentuhan dengan kehidupan sehari-hari masyarakat.
“Air bersih bukan sekadar kebutuhan sehari-hari. Bagi masyarakat di wilayah yang memiliki keterbatasan sumber air, keberadaan sumur bor dapat menjadi penopang aktivitas keluarga, mulai dari memasak, mencuci, mandi hingga memenuhi kebutuhan sanitasi,” jelas Dandim.
Tak Hanya Air Bersih, Dua Jembatan ARMCO Segera Dibangun
Selain rencana pembangunan sumur bor di SDN 89, Kodim 0409/Rejang Lebong juga tengah menyiapkan pembangunan dua jembatan ARMCO dalam satu hingga dua bulan mendatang.
Dandim mengatakan, lokasi pembangunan jembatan akan ditentukan berdasarkan tingkat kebutuhan masyarakat serta kondisi akses di lapangan.
“Tak hanya sumur bor, insyaallah dalam satu sampai dua bulan ke depan akan ada pembangunan jembatan ARMCO sebanyak dua titik,” ujarnya.
Penentuan lokasi tidak dilakukan secara sepihak. Kodim 0409/Rejang Lebong akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah, baik di Kabupaten Rejang Lebong, Lebong maupun Kepahiang.
Koordinasi tersebut dinilai penting agar pembangunan yang dilakukan TNI benar-benar menyasar wilayah yang membutuhkan dan tidak tumpang tindih dengan program pembangunan pemerintah daerah.
“Yang jelas kita akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah, baik Pemkab Rejang Lebong, Lebong, maupun Kepahiang. Mana jembatan atau sarana lain yang memang harus segera dilakukan pembangunan atau perbaikan, akan segera kita kerjakan,” tegas Dandim.
Usulan Masyarakat Jadi Pertimbangan
Dandim menegaskan, kebutuhan masyarakat menjadi salah satu dasar dalam menentukan lokasi pembangunan. Usulan dari warga akan menjadi bahan pertimbangan, namun tetap melalui koordinasi dengan pemerintah daerah.
Dengan pola tersebut, pembangunan diharapkan tidak sekadar mengejar jumlah titik, tetapi benar-benar memberikan dampak bagi masyarakat yang membutuhkan.
“Pembangunan kita lakukan sesuai kebutuhan masyarakat, baik itu dari usulan masyarakat, namun tetap koordinasi dengan pemerintah daerah,” pungkasnya.
Memperkuat Kehadiran TNI di Tengah Masyarakat
Rangkaian pembangunan tersebut menunjukkan bahwa keterlibatan Kodim 0409/Rejang Lebong di tengah masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui pembangunan fisik berskala besar, tetapi juga melalui fasilitas yang manfaatnya dirasakan langsung setiap hari.
Jembatan membuka akses dan menghubungkan wilayah yang sebelumnya terkendala, sementara sumur bor menghadirkan sumber air yang lebih dekat bagi masyarakat.
Dari 15 titik sumur bor yang telah dibangun sepanjang 2026, hingga rencana pembangunan sarana air bersih di SDN 89 Rejang Lebong dan dua jembatan ARMCO berikutnya, pola pembangunan Kodim 0409/Rejang Lebong terlihat diarahkan pada kebutuhan nyata di lapangan.
Bagi masyarakat, pembangunan tersebut bukan sekadar infrastruktur. Air bersih berarti kemudahan memenuhi kebutuhan sehari-hari, sedangkan jembatan berarti akses yang lebih mudah menuju sekolah, kebun, tempat kerja, fasilitas kesehatan maupun pusat perekonomian.
Karena itu, keberadaan fasilitas tersebut diharapkan tidak berhenti pada tahap pembangunan. Masyarakat penerima manfaat juga diharapkan ikut menjaga dan merawatnya agar dapat digunakan dalam jangka panjang. (NAC)

























